Showing posts with label Aplikasi Dapodik. Show all posts
Showing posts with label Aplikasi Dapodik. Show all posts

Tuesday, March 1, 2022

Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2022.d

Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2022.d.

Permendikbud No 79 Tahun 2015 mengamanatkan bahwa Satuan Pendidikan mempunyai tugas untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. Oleh karena itu, sekolah dituntut untuk selalu melakukan pemutakhiran data guna kepentingan pengambilan kebijakan bidang pendidikan oleh pemerintah. 

Menyikapi hal tersebut, Kemendikbudristek senantiasa melakukan pembaruan aplikasi dapodik untuk mengakomodir berbagai perubahan-perubahan dan juga mengatasi berbagai permasalahan bugs pada aplikasi dapodik. 

Untuk tahun pelajaran 2021/2022 ini, satuan pendidikan diminta untuk menggunakan aplikasi dapodik versi 2022, dan tepat pada tanggal 28 Februari 2022 ini telah dirilis pembaruan aplikasi dapodik versi 2022.d guna menunjang dan mendukung proses pengumpulan dan pembaharuan data pokok pendidikan pada jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, SKB, dan SLB pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. 

Pembaruan aplikasi dapodik versi 2022.d ini bukan berupa installer, melainkan berupa patch sehingga satuan pendidikan tidak perlu melakukan uninstal aplikasi dapodik yang lama. Operator sekolah cukup menimpa saja dengan aplikasi dapodik versi yang terbaru. Adapun beberapa pembaruan yang ada pada aplikasi dapodik versi 2022.d antara lain 

  1. Penambahan validasi terkait penginputan sarana dan prasarana.
  2. Penambahan lembaran konfirmasi pada saat sebelum melakukan sinkronisasi.
  3. Penambahan validasi terkait panjang, lebar dan luas pada tanah dan bangunan.
  4. Perbaikan bugs validasi Lokal terkait pengecekan kepala sekolah
  5. Perbaikan penginputan nilai UPK
  6. Perbaikan bugs pada Profil Guru untuk perhitungan pensiun Kepala Sekolah
  7. Penutupan user interface terkait informasi no rekening BOS/BOP
  8. Penutupan user interface pengisian yayasan (pindah ke laman http://vervalyayasan.data.kemdikbud.go.id)
  9. Penutupan perubahan tugas tambahan untuk Kepala Sekolah dan PLT Kepala Sekolah (dipindahkan ke menu Manajemen Dinas)

Jika melihat pembaruan dan perbaikan fitur yang ada pada aplikasi dapodik versi 2022.d ini maka dapat disimpulkan bahwa sekolah diminta fokus untuk memperbaiki data sarana dan prasarana sekolah. Hal ini dapat dilihat dari adanya penambahan validasi terkait penginputan data sarana dan prasarana sekolah. 

Bagi sekolah yang sudah menginnstal Aplikasi Dapodik versi 2022.a, 2022.b, 2022.c dapat melakukan pembaruan Aplikasi Dapodik versi 2022.d, Satuan Pendidikan dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Unduh file patch dapodik 2022.d disini
  2. Install patch dapodik 2022.d dengan run as administrator (Bila perlu nonaktifkan sementara firewall dan antivirus yang ada di laptop/komputer)
  3. Kemudian silahkan Refresh browser (ctrl+F5)
  4. Selanjutnya Login Aplikasi Dapodik. Pastikan tampilan aplikasi sudah pada versi 2022.d

Setelah aplikasi dapodik dapat diperbarui, silahkan cek validasi lokal pada sub menu sarana prasarana sekolah. Akan muncul daftar invalid pada data sarana prasarana sekolah yang harus segera ditindaklanjuti agar bisa dilakukan sinkronisasi dapodiknya


Saturday, September 19, 2020

Cara Mengisi Nomor KIP di Aplikasi Dapodik Versi 2021

Cara Mengisi No KIP di Dapodik

Sejak digulirkan di awal tahun 2016 yang lalu, KIP kini menjadi andalan pemerintah untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun melaui Program Indonesia Pintar yang merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 - 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. 

Melalui KIP, pemerintah bisa menyalurkan dana bantuan Program Indonesia Pintar yang diberikan secara bertahap kepada anak usia sekolah dan kuliah. KIP memuat nomor unik yang menunjukkan identitas anak selaku pemegang kartu tersebut. 

Untuk anak usia sekolah jenjang SD, SMP, SMA atau sederajat, nomor KIP tersebut harus dientri ke dalam aplikasi Dapodik. Ini menjadi salah satu tugas operator dapodik untuk mengisi nomor KIP ke dalam aplikasi Dapodik sehingga pemerintah mengetahui peta distribusi KIP berdasarkan satuan pendidikan. 

Pengisian nomor KIP ini menjadi salah satu bentuk usulan sekolah kepada Pemerintah sehingga siswa-siswa yang sudah memiliki KIP mendapat prioritas utama untuk mendapat manfaat dari Program Indonesia Pintar. Meskipun demikian, sekolah juga diharapkan mengusulkan siswa non pemegang KIP agar mendapat manfaat PIP dengan pertimbangan tertentu. Usulan siswa yang layak mendapat PIP dilakukan oleh sekolah melalui aplikasi Dapodik.

Untuk mengisikan nomor KIP pada aplikasi Dapodik versi terbaru saat ini sedikit berbeda dengan pengisian nomor KIP pada aplikasi Dapodik versi sebelumnya. Pada versi sebelumnya, pengisian nomor KIP dapat dilakukan secara langsung melalui edit data pribadi peserta didik yang biasanya menyatu dengan field usulan layak atau tidak layak mendapatkan PIP. 

Lalu bagaimana cara mengisi nomor KIP pada aplikasi Dapodik versi 2021.a sekarang ini? Nah, untuk mengisinya dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini. 

  1. Login di aplikasi Dapodik
  2. Selanjutnya klik menu Peserta Didik
  3. Cari nama peserta didik yang mau diisikan nomor KIPnya
  4. Langkah berikutnya pilih dan klik menu Kesejahteraan
  5. Klik menu Tambah kemudian pilih dan klik Program Indonesia Pintar pada kolom jenis kesejahteraan
  6. Pada kolom nomor kartu isikan nomor KIP yang tercantum pada KIP
  7. Pastikan nama sudah sesuai dengan nama di Kartu
  8. Jangan lupa klik simpan dan sinkronkan agar data tersimpan di database dapodik

Data nomor KIP yang disikan tersebut akan di validasi dan verifikasi oleh sistem dan dipadankan dengan database yang dimiliki oleh Kementerian Sosial. Harapannya, KIP yang diberikan oleh Pemerintah tepat sasaran dan para pemegang KIP benar-benar bisa merasakan manfaat dari Program Indonesia Pintar. Secara berkala, para pemegang KIP yang layak menerima PIP akan memperoleh dana bantuan pendidikan dari Pemerintah.

Wednesday, April 29, 2020

Cara Mengisi Tugas Tambahan SK Pelaksana PBJ di Aplikasi Dapodik

Input Tugas Tambahan Pelaksana PBJ di Dapodik

Kemendikbud RI telah mengeluarkan regulasi yang mengatur pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa oleh satuan pendidikan. Regulasi tersebut dituangkan dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020.

Dalam rangka mewujudkan pengelolaan dana dan belanja barang/jasa yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel maka sekolah perlu menetapkan pelaksana pengadaan barang dan jasa di satuan pendidikan sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh Satuan Pendidikan.

Sesuai petunjuk dalam Permendikbud tersebut, Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa  (PBJ) Satuan Pendidikan adalah pihak yang melakukan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Satuan Pendidikan dengan dan atas nama Satuan Pendidikan.

Pelaksana PBJ di satuan pendidikan adalah kepala satuan pendidikan. Kepala satuan pendidikan memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam melaksanakan PBJ Satuan Pendidikan. Untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab tersebut, kepala sekolah dapat menunjuk pendidik dan/atau tenaga kependidikan secara perorangan atau kelompok kerja untuk melaksanakan PBJ Satuan Pendidikan.

Baca Juga : Download Contoh SK Pelaksana PBJ Satuan Pendidikan

Pelaksana Perorangan atau Tim Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa inilah yang nantinya bertugas melakukan pengadaan barang dan jasa baik secara luring atau daring melalui marketplace pada SIPLAH secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Untuk mengakomodasi kepentingan tersebut pada Aplikasi dapodikdasmen telah ditambahkan referensi baru, yaitu  “Pelaksana PBJ” pada data Tugas Tambahan GTK. Referensi baru ini akan muncul pada aplikasi dapodikdasmen setelah pengguna melakukan sinkronisasi setelah tanggal 28 April 2020.

Menyikapi hal tersebut, maka sekolah diharapkan segera melengkapi isian referensi baru “Pelaksana PBJ” tersebut pada aplikasi dapodikdasmen. Setelah menambahkan pelaksana PBJ pada aplikasi dapodikdasmen, sekolah diharapkan segera melakukan sinkronisasi kembali sebelum tanggal 10 Mei 2020.

Untuk mengaktifkan referensi baru tersebut dan melakukan pengisian datanya, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Lakukan sinkronisasi Aplikasi Dapodikdasmen versi 2020. Langkah ini bertujuan untuk menurunkan referensi baru “Pelaksana PBJ” ke dalam Aplikasi Dapodikdasmen.
  2. Masuk ke tab Rincian GTK, Pilih salah satu Guru atau tenaga kependidikan yang ditunjuk sebagai pelaksana PBJ sesuai dengan SK Pelaksana PBJ yang sudah dibuat
  3. Selanjutnya pilih dan klik menu Ubah, kemudian piilih dan klik menu Tugas Tambahan
  4. Klik menu Tambah kemudian pilih Pelaksana PBJ (ada di slide 3)
  5. Isikan juga Nomor SK dan TMT SK 
  6. Jika sudah, Klik simpan
  7. Periksa hasil input data Pelaksana PBJ pada daftar tugas tambahan yang ada pada menu GTK
  8. Lakukan sinkronisasi kembali untuk mengirim data Pelaksana PBJ ke server
Setelah menambahkan pelaksana PBJ pada aplikasi dapodikdasmen, sekolah diharapkan segera melakukan sinkronisasi kembali sebelum tanggal 10 Mei 2020. Alasannya, Dirjen GTK Kemendikbud RI akan melaksanakan maintanance aplikasi dapodikmen tanggal 10 Mei 2020, sehingga sekolah tidak akan bisa melakukan sinkronisasi saat terjadi maintancance pada sistem.

Oleh karena itu, sebaiknya sekolah melakukan sinkronisasi aplikasi dapodikdasmen sebelum tanggal tersebut untuk menghindari padatnya traffic sinkronisasi.

Catat! Sekolah Wajib Mengisi Pelaksana PBJ di Aplikasi Dapodikdasmen sebelum Tanggal 10 Mei 2020

Pelaksana PBJ Satuan Pendidikan
Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Alokasi anggaran tersebut disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

BOS Reguler adalah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi Sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik. Penyaluran dana BOS Reguler dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 disebutkan bahwa dana BOS Reguler yang diterima oleh sekolah dapat digunakan untuk pengadaan barang dan jasa untuk membantu biaya operasional Sekolah dan meningkatkan aksesibilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik.

Oleh karena itu, sekolah sebagai penyedia jasa pendidikan dalam melakukan pengelolaan dana dan belanja barang/jasa untuk mencapai tujuan pendidikan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan dapat terkelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Berkaitan dengan hal tersebut, sekolah perlu menetapkan pelaksana pengadaan barang dan jasa di satuan pendidikan sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh Satuan Pendidikan.

Sesuai petunjuk dalam Permendikbud tersebut, Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa  (PBJ) Satuan Pendidikan adalah pihak yang melakukan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Satuan Pendidikan dengan dan atas nama Satuan Pendidikan.

Pelaksana PBJ di satuan pendidikan adalah kepala satuan pendidikan. Kepala satuan pendidikan memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam melaksanakan PBJ Satuan Pendidikan. Untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab tersebut, kepala sekolah dapat menunjuk pendidik dan/atau tenaga kependidikan secara perorangan atau kelompok kerja untuk melaksanakan PBJ Satuan Pendidikan.
Baca Juga : Download Contoh SK Pelaksana PBJ Satuan Pendidikan
Pelaksana Perorangan atau Tim Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa inilah yang nantinya bertugas melakukan pengadaan barang dan jasa baik secara luring atau daring melalui marketplace pada SIPLAH secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Untuk mengakomodasi kepentingan tersebut pada Aplikasi dapodikdasmen telah ditambahkan referensi baru, yaitu  “Pelaksana PBJ” pada data Tugas Tambahan GTK. Referensi baru ini akan muncul pada aplikasi dapodikdasmen setelah pengguna melakukan sinkronisasi setelah tanggal 28 April 2020.

Menyikapi hal tersebut, maka sekolah diharapkan segera melengkapi isian referensi baru “Pelaksana PBJ” tersebut pada aplikasi dapodikdasmen. Setelah menambahkan pelaksana PBJ pada aplikasi dapodikdasmen, sekolah diharapkan segera melakukan sinkronisasi kembali sebelum tanggal 10 Mei 2020.
Baca juga : Cara Mengisi SK Pelaksana PBJ di Aplikasi Dapodik
Alasannya, Dirjen GTK Kemendikbud RI akan melaksanakan maintanance aplikasi dapodikmen tanggal 10 Mei 2020, sehingga sekolah tidak akan bisa melakukan sinkronisasi saat terjadi maintancance pada sistem. Oleh karena itu, sebaiknya sekolah melakukan sinkronisasi aplikasi dapodikdasmen sebelum tanggal tersebut untuk menghindari padatnya traffic sinkronisasi.

Wednesday, August 28, 2019

Yang Baru di Aplikasi Dapodik Versi 2020, Tak Hanya Ops, Guru dan Kepala Sekolah Juga Wajib Tahu!

Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2020
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tepat tanggal 19 Agustus 2019 kemarin, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI telah resmi merelease Aplikasi Dapodik Versi 2020. Aplikasi dapodik yang direlease merupakan pengganti aplikasi dapodik versi 2019.e.  Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI hanya menyediakan satu pilihan saja untuk pembaharuan aplikasi Dapodik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, yaitu berupa Installer Aplikasi Dapodik Versi 2020

Tujuan dikeluarkannya aplikasi Dapodik versi 2020 ini adalah sebagai bentuk perbaikan guna mengakomodir kepentingan pendataan data pokok pendidikan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Pada aplikasi Dapodik versi 2020 ini terdapat beberapa perubahan dan perbaikan yang tampaknya cukup signifikan jika dibandingkan versi sebelumnya. Jadi tugas operator dapodik akan semakin banyak terkait fitur-fitur baru yang ada pada aplikasi dapodik terbaru ini.

Oleh karena itu, Ditjen Dikdasmen kembali mengeluarkan pembaharuan aplikasi Dapodik dalam bentuk installer aplikasi dapodik versi 2020 sebagai upaya untuk menyelaraskan prosedur dan mekanisme pendataan Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beberapa perbaikan dan pembaharuan yang disertakan dalam aplikasi dapodik versi terbaru ini antara lain
  1. Perubahan metode perhitungan pada kondisi Ruang dan Bangunan
  2. Perubahan alur manajemen akses pengguna
  3. Perubahan metode keamanan pada password
  4. Perubahan alur penginputan sanitasi
  5. Pemutakhiran validasi pada saat sebelum sinkronisasi
  6. Penambahan atribut jarak ke sumber listrik terdekat jika sumber listrik memilih Tidak Ada pada tabulasi Data Periodik Sekolah
  7. Penambahan atribut No KK pada peserta didik
  8. Penambahan atribut No KK dan NUKS pada GTK
  9. Penambahan atribut lingkar kepala pada data periodik peserta didik
  10. Pemecahan formulir sarpras menjadi 3 bagian
  11. Penambahan sub menu Tanah dan Bangunan
  12. Penambahan sub menu Ruang
  13. Penambahan sub menu Alat, Angkutan dan Buku
  14. Penambahan tabulasi Pendidikan Keluarga pada Data Rinci Sekolah
  15. Penambahan tampilan baris berwarna jingga jika pada Menu Alat sarana tidak sesuai dengan Standar Sarpras yang berlaku
  16. Penambahan pengisian NJOP setiap Tahun Ajaran baru pada Menu Tanah
  17. Penambahan fitur tampilan grouping berdasarkan jenis prasarana pada Menu Ruang dan Alat
  18. Penambahan fitur Tampilkan dan Sembunyikan pada Menu Ruang dan Menu Alat untuk mempermudah pengisian Operator Sekolah
  19. Penambahan tabel KITAS, Paspor pada Menu GTK
  20. Penambahan tabel KITAS, Paspor dan Kesejahteraan pada Menu Peserta Didik
  21. Integrasi hasil output PPDB untuk siswa baru ke dalam database dapodik
  22. Kelulusan bersama siswa tingkat akhir, 6, 9, 12 dan 13
  23. Penguncian kolom SK Pengangkatan, TMT Pengangkatan, lembaga pengangkat di tabel PTK
  24. Penambahan Tabel Kesejahteraan_PD dan migrasi data KIP, KPS, PKH
  25. Penambahan referensi mata pelajaran informatika dan penentuan sekolah yang melaksanakan pelajaran tersebut
  26. Penyesuaian Jumlah Jam Mengajar max pada struktur Kurikulum SLB
  27. Perubahan bisnis proses penambahan jurusan/kompetensi keahlian oleh SMK
  28. Penambahan Referensi Status kepegawaian PPPK dan PPNPN untuk di tabel PTK.
Daftar Perubahan Pada Aplikasi Dapodik Versi 2020
Dengan adanya aplikasi Dapodik versi terbaru ini diharapkan kualitas data dapodik dapat terus meningkat dan menyesuaikan regulasi serta kebijakan yang berlaku di lingkungan Kemendikbud RI terutama regulasi sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Keluarnya aplikasi dapodik versi 2020  ini juga akan menyelaraskan prosedur dan mekanisme pemanfaatan data pokok pendidikan untuk berbagai kepentingan stakeholder pendidikan yang terkait.

Oleh karena itu diharapkan sekolah segera mengunduh aplikasi dapodik versi 2020 dan menginstalnya sebagai pengganti aplikasi dapodik yang lama. Dengan demikian operator dapodik di sekolah dapat segera melakukan update data pokok pendidikan menggunakan aplikasi yang terbaru.

Saturday, August 24, 2019

Cara Sukses Anti Gagal Registrasi Aplikasi Dapodik 2020 secara Online dan Offline

Registrasi Aplikasi Dapodik
Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali merilis aplikasi Dapodik versi yang terbaru tanggal 19 Agustus 2019 kemarin. Aplikasi Dapodik terbaru yang direlease adalah Aplikasi Dapodik Versi 2020. Aplikasi ini dikeluarkan sebagai pengganti aplikasi Dapodik versi 2019.e yang kemarin digunakan untuk pendataan data pokok pendidikan semester 2 tahun pelajaran 2018/2019.

Aplikasi Dapodik versi 2020 ini digunakan untuk update data pokok pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Aplikasi Dapodik yang dikeluarkan berupa installer bukan updater sehingga memerlukan perlakukan khusus dalam proses pemasangan di laptop atau komputer sekolah. Operator dapodik di sekolah harus melakukan uninstall aplikasi dapodik versi lawas terlebih dahulu sebelum menginstal aplikasi dapodik versi baru.

Meskipun aplikasi dapodik yang dirilis ini merupakan versi baru, namun secara teknis untuk mekanisme instalasi dan registrasi aplikasi dapodik ini masih sama dengan aplikasi dapodik versi sebelumnya. Aplikasi dapodik yang sudah terinstal di laptop atau komputer sekolah harus dilakukan registrasi sehingga update data pokok pendidikan semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dapat segera dilaksanakan.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI menyediakan dua jalur registrasi aplikasi dapodik versi 2020. Operator Dapodik di sekolah bisa melakukan registrasi secara online maupun offline, tergantung selera operator saja. Proses registrasi aplikasi dapodik memerlukan kode registrasi sekolah dan username serta password yang digunakan yang masih sama dengan semester sebelumnya.

Proses registrasi aplikasi dapodik versi 2020 secara online tidak memerlukan prefill dapodik karena prefill dapodik secara otomatis akan tersedia pada database aplikasi dapodik saar registrasi online sehingga tidak usah melakukan generate prefill dapodik.

Sedangkan registrasi aplikasi dapodik versi 2020 secara offline wajib menggunakan prefill dapodik sehingga operator dapodik di sekolah harus melakukan generate prefill terlebih dahulu sebelum melakukan registrasi.

Jika melakukan registrasi secara online maka laptop atau komputer harus terhubung dengan internet yang cukup stabil. Sedangkan registrasi secara offline tidak memerlukan koneksi internet, cukup menyimpan data prefill hasil generate prefill ke dalam folder prefill_dapodik di laptop atau komputer.

Bagi operator sekolah yang masih mengalami kesulitan dalam melakukan registrasi pengguna aplikasi Dapodik Versi 2020 dapat mengikuti langkah-langkah instalasi seperti berikut ini.

Registrasi secara online 

  1. Siapkan kode registrasi, email (username) dan password yang akan digunakan untuk mendaftar/registrasi. 
  2. Buka aplikasi dapodik 2020 dengan klik ganda pada ikon aplikasi dapodik 2020 yang ada di desktop. 
  3. Setelah terbuka akan muncul jendela registrasi pengguna dapodik, pilih metode “Online”
  4. Isi semua field isian dengan benar yang meliputi Kode Registrasi, Jenjang, Username (Email), Pasword dan Ketik Ulang Pasword
  5. Jika sudah terisi semua dengan benar, klik “Submit”
  6. Tunggu proses registrasi sampai berhasil (secara normal membutuhkan waktu paling lama 15 menit)

Registrasi secara offline

  1. Siapkan kode registrasi, email (username) dan password yang akan digunakan untuk mendaftar/registrasi.
  2. Jalankan peramban web (bisa Google Chrome atau Mozilla) lalu ketikkan alamat unduh prefill pada halaman unduh prefill dapodik sesuai propinsi
  3. Pilih jenjang yang sesuai : SD/SDLB/SMP/SMPLB/SMA-SMK
  4. Ketikkan username, password dan kode registrasi.
  5. Selanjutnya klik “Generate” lalu tunggu proses generate prefill sampai selesai.
  6. Klik “Download” file hasil generate prefill dan simpan di drive C dengan nama folder prefill_dapodik (penulisan harus benar)
  7. File prefill hasil unduhan berekstensi .prf
  8. Jika sudah disimpan di drive C, jalankan aplikasi dapodik 2020 yang sudah terinstal.
  9. Setelah terbuka akan muncul jendela registrasi pengguna dapodik, pilih metode Offline
  10. Isi semua field isian dengan benar jika sudah terisi semua klik submit


Setelah berhasil registrasi, aplikasi Dapodik 2020 baik online maupun offline, operator tidka bias langsung digunakan seperti versi-versi sebelumnya. Operator harus mengganti pasword terlebih dahulu untuk melanjutkan penggunaan aplikasi dapodik. Selanjutnya logout dan login lagi untuk mengerjakan update data dapodik di semester 1 tahun pelajaran 2019/2020.

Yang perlu menjadi perhatian di awal rilis aplikasi dapodik versi 2020 muncul fitur baru terkait sarana dan prasarana sekolah yang menambah tugas berat dari operator sekolah. Seolah-olah operator berperan sebagai petugas pertanahan yang mengupdate data tanah dan bangunan sekolah.
Bagaimana, cukup mudah kan cara registrasi aplikasi dapodik versi 2020. Selamat mencoba!

Download Installer Aplikasi Dapodik Versi 2020

Installer Aplikasi Dapodik Versi 2020
Di pertengahan bulan Agustus 2019, tepat 74 tahun Indonesia merdeka,  Dirjen Dikdasmen secara resmi telah merilis aplikasi dapodik versi yang terbaru, yaitu aplikasi dapodik versi 2020. Tepatnya tanggal 19 Agustus 2019 kemarin, aplikasi dapodik versi 2020 dikeluarkan sebagai pengganti aplikasi dapodik versi sebelumnya (aplikasi dapodik versi 2019e).

Aplikasi dapodik versi 2020 ini digunakan untuk pembaharuan data pokok pendidikan baik data sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 yang nantinya akan dimanfaatkan oleh stakeholder pendidikan yang terkait dalam penentuan berbagai kebijakan di lingkungan Kemendikbud RI.

Aplikasi Dapodik versi 2020 yang dikeluarkan ini hanya dalam bentuk installer dan tidak disediakan file updaternya. Jadi pemasangan aplikasi dapodik versi 2020 ini tidak bisa langsung ditindih, tetapi harus melalui mekanisme pencopotan (unisntall) aplikasi dapodik versi lawas yang terpasang pada laptop atau komputer.

Setelah terinstal, seperti biasa proses registrasinya dapat dilakukan secara online maupun offline. Registrasi aplikasi dapodik online dan offline sama-sama memerlukan Kode Registrasi Dapodik. Yang membedakan keduanya adalah bila registrasi secara online tidak memerlukan prefill dapodik. Sedangkan registrasi offline memerlukan prefill dapodik yang bias diunduh pada link berikut ini.
Unduh Prefill Dapodik terbaru semua propinsi
Aplikasi dapodik versi 2020 ini memliki ukuran sebesar 75,36 MB. Sebuah ukuran file yang tidak terlalu besar bagi aplikasi pendataan yang menampung berbagai data pokok pendidikan. File size tersebut sebaiknya dijadikan pedoman saat mendownload aplikasi dapodik versi 2020.

Dalam artian jika hasil unduhan aplikasi dapodik lebih kecil dari itu, maka operator perlu waspada dan curiga, mungkin file yang didownload corrupt atau rusak. Jika terjadi seperti itu maka ulangi mengunduh aplikasi dengan menggunakan jaringan internet yang kencang dan stabil. Jika ternyata hasil unduhan aplikasi dapodik tidak berukuran sebagaimana dimaksud, kemungkinan file tersebut corrupt dan akan mengakibatkan aplikasi dapodik tidak bisa diinstal.

Silahkan download Installer Aplikasi Dapodik Versi 2020 melalui beberapa link alternatif berikut ini.

Download via Google Drive
Download via 4shared
Download via Zippyshare
Download via Solidfiles
Download via userscloud
Download via openload 

Ada beberapa perubahan yang cukup mendasar pada aplikasi dapodik versi 2020 ini, diantaranya adalah perubahan database baru,  pembaharuan beberapa fitur yang sudah ada sebelumnya, dan juga penambahan fitur baru terutama pada sarana dan prasarana sekolah, validasi data dan perbaikan beberapa bugs pada aplikasi dapodik versi sebelumnya.

Dengan adanya pembaharuan versi dapodik ini tampaknya aplikasi dapodik semakin bagus dan “keren”.  Dan yang paling penting adalah aplikasi dapodik versi 2020 ini sangat friendly user.

Rilis Aplikasi Dapodik Versi 2020

Dapodik
Aplikasi Dapodik Versi 2020
Bulan Juli yang lalu Dirjen Dikdasmen menyatakan akan mengeluarkan aplikasi dapodik versi terbaru untuk pembaharuan data pokok pendidikan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Dan tepat tanggal 19 Agustus 2019, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI memenuhi janjinya dengan merilis aplikasi dapodik versi 2020 setelah melalui beberapa kali proses pengujian aplikasi oleh tim teknis.

Aplikasi Dapodik versi 2020 dikeluarkan dalam bentuk installer saja dan tidak ada dalam bentuk updater. Dengan demikian operator dapodik di sekolah tidak bisa langsung menginstal aplikasi dapodik versi 2020 yang telah diunduh. Operator dapodik di sekolah harus melakukan uninstall (mencopot) aplikasi dapodik versi lawas terlebih dahulu sebelum menginstal aplikasi dapodik versi baru.
Baca juga : Download Installer Aplikasi Dapodik Versi 2020
Aplikasi Dapodik versi 2020 dalam bentuk installer ini mempunyai ukuran file sebesar 75, 36 MB atau 77.178 kb (77,1 MB) ketika sudah terunduh. Jadi pastikan ketika mengunduh aplikasi dapodik versi 2020 mempunyai file size sebagaimana dimaksud. Secara teknis, aplikasi dapodik versi 2020 ini mempunyai mekanisme instalasi aplikasi yang sama dengan tahun sebelumnya. Termasuk juga mekanisme registrasi aplikasinya juga sama, bisa dilakukan secara online dan offline.
Baca Juga : Cara Sukses Registrasi Aplikasi Dapodik 2020 secara Online dan Offline
Tujuan dikeluarkannya aplikasi Dapodik versi 2020 ini adalah sebagai bentuk perbaikan guna mengakomodir kepentingan pendataan data pokok pendidikan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Pada aplikasi Dapodik versi 2020 ini terdapat beberapa perubahan dan perbaikan yang tampaknya cukup signifikan jika dibandingkan versi sebelumnya. Jadi tugas operator dapodik akan semakin banyak terkait fitur-fitur baru yang ada pada aplikasi dapodik terbaru ini.

Beberapa perubahan yang cukup signifikan antara lain perubahan dan pembaruan pada menu sarana dan prasarana dengan isian lebih terperinci pada data tanah, bangunan, data ruang, serta data alat, angkutan, dan buku. Kemudian pada data Peserta Didik dan PTK terdapat penambahan atribut Nomor KK (Kartu Keluarga) dan NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah). Selain itu juga penggunaan database baru,  pembaharuan beberapa fitur yang sudah ada dan juga penambahan fitur baru, validasi data dan perbaikan beberapa bugs pada aplikasi dapodik versi sebelumnya.

Di samping itu, keamanan data ditingkatkan melalui peningkatan metode keamanan pada password pengguna. Semua perubahan dan pembaruan merupakan upaya untuk menyelaraskan prosedur dan mekanisme pendataan Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca juga : Yang Baru di Aplikasi Dapodik Versi 2020, Tak Hanya Ops, Guru dan Kepala Sekolah Juga Wajib Tahu!
Dengan adanya aplikasi Dapodik versi terbaru ini diharapkan kualitas data dapodik dapat terus meningkat dan menyesuaikan regulasi serta kebijakan yang berlaku di lingkungan Kemendikbud RI terutama regulasi sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Keluarnya aplikasi dapodik versi 2020  ini juga akan menyelaraskan prosedur dan mekanisme pemanfaatan data pokok pendidikan untuk berbagai kepentingan stakeholder pendidikan yang terkait.

Oleh karena itu diharapkan sekolah segera mengunduh aplikasi dapodik versi 2020 dan menginstalnya sebagai pengganti aplikasi dapodik yang lama. Dengan demikian operator dapodik di sekolah dapat segera melakukan update data pokok pendidikan menggunakan aplikasi yang terbaru. Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI juga telah menyediakan buku panduan aplikasi dapodik versi 2020 yang bisa dijadikan pedoman dalam mengerjakan aplikasi dapodik versi terbaru tersebut.
Baca Juga : Download Panduan Praktis Aplikasi Dapodik Versi 2020
Dengan dikeluarkannya aplikasi dapodik versi 2020 ini hendaknya segera disikapi dengan bijak. Kepala sekolah selaku pimpinan di sekolah bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan aplikasi dapodik yang sudah ditugaskan kepada operator dapodik di sekolah. Kepala sekolah mengontrol terhadap progress update data pokok pendidikan di semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 ini agar ke depan tidak ada kendala ketika penerbitan SKTP maupun data peserta didik untuk calon peserta ujian nasional serta penyaluran berbagai bantuan fisik terhadap sarana dan prasarana sekolah.

Monday, July 22, 2019

Operator Dapodik Wajib Tau, ini Persiapan Pemutakhiran Dapodik Tahun Pelajaran 2019/2020!

Persiapan Pemutakhiran Dapodik TP 2019/2020
Pada saat ini kita telah memasuki Tahun Ajaran Baru 2019/2020, sekolah telah melakukan proses periodikal pembelajaran mulai dari proses kelulusan siswa, kenaikan tingkat dan juga penerimaan siswa baru.

Semua proses periodikal yang dilaksanakan tersebut tentunya harus diikuti dengan pemutakhiran data pada sistem pendataan Dapodik. Seperti kita ketahui bersama bahwa pergantian tahun pelajaran baru bisa dikatakan sebagai momen yang sangat krusial bagi pendataan dapodik karena secara teknis juga akan dilakukan pembaruan terhadap aplikasi dapodikdasmen.

Pembaharuan aplikasi dapodikdasmen bertujuan untuk mengakomodir adanya kebijakan perubahan regulasi maupun perkembangan akan kebutuhan data . Oleh karena itu, Setditjen Dikdasmen Kemendikbud RI sedang menyiapkan aplikasi dapodikdasmen versi  baru untuk digunakan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020.

Rencananya aplikasi dapodikdasmen versi terbaru nantinya dalam bentuk fresh installer yang akan dirilis pada pertengahan bulan Agustus nanti. Untuk persiapan melakukan pemutakhiran data Tahun Ajaran Baru 2019/2020, ada beberapa hal untuk diperhatikan:

  1. Data siswa baru kelas 1, 7, dan 10 diinput kedalam Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 yang digunakan untuk input data Semester 1 Tahun Ajaran 2019/2020.
  2. Proses kelulusan untuk siswa tingkat akhir, yaitu kelas 6, 9 dan 12 akan dilakukan oleh Admin Dapodik Pusat secara otomatis oleh sistem. Jadi operator Dapodik Sekolah TIDAK DIPERBOLEHKAN melakukan proses kelulusan pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e.
  3. Sekolah TIDAK DIPERBOLEHKAN menambahkan data siswa baru dan data siswa naik kelas di Tahun Ajaran 2019/2020 pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e. Proses memasukkan data siswa baru Tahun Ajaran 2019/2020 dilakukan menggunakan teknik tarik data online melalui Manajemen Sekolah Dapodikdasmen setelah Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 dirilis.
  4. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 saat ini sedang dalam tahap pengujian, dan direncanakan akan dirilis pada awal Agustus 2019. Sahabat operator dapodik nantinya bisa mengunduh aplikasi dapodik versi terbaru di http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id 
  5. Sinkronisasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e masih dibuka untuk melakukan perbaikan data Semetser 2 Tahun Ajaran 2018/2019 sampai dengan akhir Juli 2019.

Dengan dirilisnya versi baru ini sekaligus menandai mulai beroperasinya server Dapodikdasmen secara normal dan proses sinkronisasi dengan menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi baru dapat dilakukan.

Sunday, April 14, 2019

Cara Sukses Update Aplikasi Dapodik Versi 2019.e Online dan Offline

Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.e
Updater aplikasi Dapodik versi 2019.e ini dirilis tanggal 11 April 2019. Updater ini bisa diunduh langsung di web dapodikdasmen dan bisa juga melakukan pembaharuan secara online melalui aplikasi dapodik yang terinstal di laptop atau computer.

Aplikasi dapodik versi 2019.e ini memuat beberapa pembaharuan dan pembenahan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak.

Pembaharuan aplikasi dapodik ini merupakan pengembangan dan perbaikan atas laporan bugs/kesalahan dalam apliaksi dapodik dari para pengguna aplikasi dapodik. Pembenahann juga merupakan kebutuhan dan upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi kebijakan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi sekolah yang menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019d, dapat melakukan pembaruan ke aplikasi dapodik versi 2019.e secara Online maupun offline. Pengguna sangat disarankan telah melakukan sinkronisasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembaruan online.

Tata cara melakukan pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.e secara offline sebagai berikut:

  1. Unduh file PATCH 2019.e pada menu unduhan laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id atau disini
  2. Jika sudah terinstall Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.c atau Versi 2019.d maka dapat langsung melakukan installasi Patch Versi 2019.e tanpa harus melakukan Uninstall Aplikasi Dapodikdasmen.
  3. Lakukan installasi sampai dengan selesai.
  4. Lakukan refresh (Ctrl + F5).

Baca Juga : Download Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.e 
Tata cara melakukan pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.e secara Online sebagai berikut:

  1. Pastikan komputer terkoneksi internet.
  2. Silahkan login pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.c atau Versi 2019.d.
  3. Masuk pada menu Pengaturan, Cek Pembaruan Aplikasi, klik pada tombol “Cek Pembaruan”.
  4. Maka ditampilkan keterangan bahwa Pembaruan Tersedia. Pembaruan Tersedia (Dapodik 2019.e) Apakah Anda ingin melanjutkan? Pastikan tidak menutup jendela browser sebelum proses pembaruan selesai!
  5. Klik tombol “Lanjutkan”, maka sistem akan melakukan update pembaruan.
  6. Setelah proses selesai, klik tombol “Muat ulang halaman sekarang”.
  7. Jika diperlukan, lakukan refresh (Ctrl + F5).

Karena sifatnya online maka laptop yang terinstal dapodik harus terkoneksi dengan internet yang stabil koneksinya dan memastikan bandwitch cukup. Kepala sekolah selaku pimpinan satuan pendidikan diharapkan menjalankan supervisi managerial dalam pengerjaan dan pengelolaan dapodik dan bertanggung jawab penuh atas validitas data dapodik yang dikirimkan ke pusat melalui mekanisme sinkronisasi dapodik.

Untuk pembaharuan offline, operator  dapodik harus mengunduh updater aplikasi dapodik versi 2019.e terlebih dahulu. Baru kemudian diinstal pada laptop tanpa menguninstal aplikasi dapodik versi lama. Langsung ditimpakan saja.

Download Updater (Patch) Aplikasi Dapodik Versi 2019.e

Download Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.e

Updater aplikasi Dapodik versi 2019.e ini dirilis tanggal 11 April 2019. Updater ini bisa diunduh langsung di web dapodikdasmen dan bisa juga melakukan pembaharuan secara online melalui aplikasi dapodik yang terinstal di laptop atau computer.

Aplikasi dapodik versi 2019.e ini memuat beberapa pembaharuan dan pembenahan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak.

Pembaharuan aplikasi dapodik ini merupakan pengembangan dan perbaikan atas laporan bugs/kesalahan dalam apliaksi dapodik dari para pengguna aplikasi dapodik. Pembenahann juga merupakan kebutuhan dan upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi kebijakan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk pembaharuan offline, operator  dapodik harus mengunduh updater aplikasi dapodik versi 2019.e terlebih dahulu. Baru kemudian diinstal pada laptop tanpa menguninstal aplikasi dapodik versi lama. Langsung ditimpakan saja.

Updater (Patch ) Aplikasi Dapodik Versi 2019.e ini cukup ringat karena file size hanya sekitar 4,5 MB. Silahkan download Updater (Patch) Aplikasi Dapodik Versi 2019.e melalui beberapa link alternatif berikut ini.

1. Download via Google Drive atau disini
2. Download via FileUploads
3. Download via 1 Ficihier
4. Download via Share Online
5. Download via Zippyshare
6. Download via Filerio
7. Download via Openload

Untuk teman-teman operator yang belum sempat men-download updater aplikasi dapodik versi 2019d, dapat di download pada link berikut ini
Download Updater Aplikasi Dapodik versi 2019d via Google Drive atau disini

Rilis Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.e

Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.e
Setelah beberapa waktu lalu merilis Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.d, Tepat tanggal 11 April 2019 ini, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali merilis aplikasi Dapodik versi baru, yaitu dapodik versi 2019.e.

Pembaharuan aplikasi dapodik ini dimaksudkan untuk menyempurnakan aplikasi dapodik versi sebelumnya. Aplikasi dapodik yang dirilis merupakan updater, bukan installer, jadi aplikasi lama tidak perlu di uninstall dulu sebelum aplikasi yang baru dipasang.

Updater aplikasi Dapodik versi 2019.e ini dirilis tanggal 11 April 2019. Updater ini bisa diunduh langsung di web dapodikdasmen dan bisa juga melakukan pembaharuan secara online melalui aplikasi dapodik yang terinstal di laptop atau computer.

Aplikasi dapodik versi 2019.e ini memuat beberapa pembaharuan dan pembenahan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak.

Pembaharuan aplikasi dapodik ini merupakan pengembangan dan perbaikan atas laporan bugs/kesalahan dalam apliaksi dapodik dari para pengguna aplikasi dapodik. Pembenahann juga merupakan kebutuhan dan upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi kebijakan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi sekolah yang menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.d, dapat melakukan pembaruan ke aplikasi dapodik versi 2019.e secara Online maupun offline. Pengguna sangat disarankan telah melakukan sinkronisasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembaruan online.
Baca  Juga : Download Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019.e (Patch 2019.e)
Aplikasi dapodik versi terbaru 2019.e memuat beberapa pembaharuan dan perbaikan yang mengakomodir keluhan-keluhan dari para pengguna dapodik dan masukan-masukan para pemangku Beberapa perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.e antara lain.
  1. Perbaikan bugs ketika menampilkan GTK pada Manajemen Pengguna
  2. Perbaikan bugs pengisian lintang dan bujur pada menu DUDI
  3. Perbaikan bugs pada rombongan belajar untuk tingkat TKLB pada bentuk pendidikan SLB
  4. Perbaikan bugs validasi pada saat mendeteksi No Kitas untuk peserta didik warga negara asing
  5. Perbaikan bugs sinkronisasi untuk pengiriman pada kelompok mata pelajaran muatan sekolah
  6. Perbaikan bugs pada saat menampilkan daftar peserta didik
  7. Perbaikan nama kelompok mata pelajaran Ekstensi Team Teaching (Kejuruan) menjadi Kejuruan pada profil GTK
  8. Perbaikan validasi untuk mengecek rasio rombel terhadap jumlah peserta didik
  9. Perbaikan validasi NIK khusus untuk peserta didik yang tinggal di panti asuhan tidak diwajibkan
  10. Perbaikan security sinkronisasi
  11. Penambahan validasi untuk medeteksi nama mata pelajaran pada pembalajaran jika lebih dari 50 karakter
Karena disediakan pembaharuan aplikasi secara online dan offline, maka operator dapodik di sekolah selaku pengguna harus pandai-pandai dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik pada komputer atau laptopnya.
Baca  Juga : Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 2019.d ke Versi 2019.e online dan offline
Karena sifatnya online maka laptop yang terinstal dapodik harus terkoneksi dengan internet yang stabil koneksinya dan memastikan bandwitch cukup. Kepala sekolah selaku pimpinan satuan pendidikan diharapkan menjalankan supervisi managerial dalam pengerjaan dan pengelolaan dapodik dan bertanggung jawab penuh atas validitas data dapodik yang dikirimkan ke pusat melalui mekanisme sinkronisasi dapodik.

Untuk pembaharuan offline, operator sd dapodik harus mengunduh updater aplikasi dapodik versi 2019.e terlebih dahulu. Baru kemudian diinstal pada laptop tanpa menguninstal aplikasi dapodik versi lama. Langsung ditimpakan saja.

Tuesday, March 5, 2019

Begini Cara Generate Prefill Aplikasi Dapodik yang Baik dan Benar!

Jendela pada Menu Generate Prefill Dapodik versi 2019c

Generate prefill merupakan tahapan untuk mengambil data sekolah dari server agar dapat diregistrasi di Aplikasi Dapodikdasmen secara offline (dalam bentuk fail .prf). Generate prefill merupakan data sekolah dari hasil sinkronisasi terakhir.

Untuk meningkatkan keamanan dari segi pengguna, saat ini proses generate prefill dapat dilakukan setelah petugas pendataan memasukkan username, password yang benar dan kode registrasi Dapodikdasmen sekolah yang aktif.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai langkah-langkah melakukan generate prefill, sebaiknya petugas pendataan mengetahui terlebih dahulu ketentuan-ketentuan umum, antara lain:

  1. Generate prefill adalah tahapan untuk mengambil data sekolah dari server agar dapat diregistrasi di Aplikasi Dapodikdasmen secara offline.
  2. Data sekolah yang diambil adalah hasil sinkronisasi terakhir.
  3. Masukkan username, password dan kode registrasi sesuai di aplikasi Dapodik.
  4. Jika ada penggantian petugas pendataan di sekolah kode registrasi, username dan password dapat diganti oleh admin Dapodikdasmen di Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD/SMP dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA/SMK/SLB.
  5. Registrasi awal di aplikasi dapat dilakukan tanpa harus menggunakan prefill. Dengan syarat harus terhubung internet (online).
  6. Jangan lakukan registrasi dengan menggunakan prefill yang lama (kadaluarsa). Jika ingin pindah ke komputer lain lakukan siklus "sinkronisasi > generate prefill ulang" untuk mencegah duplikasi data.


Link prefill untuk Dapodik versi 2019.c dikelompokan sesuai dengan provinsi masing-masing, setiap provinsi memiliki link prefill sebanyak lima jalur. Selengkapnya, untuk memulai proses generate prefill silakan lakukan langkah-langkah di bawah berikut:

1) Buka laman http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan
2) Pilih menu “DATA PREFILL”
3) Pilih salah satu tautan unduh prefill dapodik yang tersedia.
4) Masukkan username, password, dan kode registrasi.

Tautan prefill yang tersedia yaitu:
http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahA/generate_prefill.php
http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahB/generate_prefill.php
http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahC/generate_prefill.php
http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahD/generate_prefill.php
http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahE/generate_prefill.php
http://118.98.166.60/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahA/generate_prefill.php
http://118.98.166.60/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahB/generate_prefill.php
http://118.98.166.60/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahC/generate_prefill.php
http://118.98.166.60/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahD/generate_prefill.php
http://118.98.166.60/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahE/generate_prefill.php
http://118.98.166.81/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahA/generate_prefill.php
http://118.98.166.81/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahB/generate_prefill.php
http://118.98.166.81/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahC/generate_prefill.php
http://118.98.166.81/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahD/generate_prefill.php
http://118.98.166.81/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahE/generate_prefill.php
http://202.43.72.194/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahA/generate_prefill.php
http://202.43.72.194/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahB/generate_prefill.php
http://202.43.72.194/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahC/generate_prefill.php
http://202.43.72.194/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahD/generate_prefill.php
http://202.43.72.194/prefill_dikdasmen_2019_kodewilayahE/generate_prefill.php

Sementara itu, kode wilayah prefill untuk masing-masing provinsi adalah sebagai berikut:
Kode 01 untuk wilayah Prov. D.K.I. Jakarta
Kode 02 untuk wilayah Prov. Jawa Barat
Kode 03 untuk wilayah Prov. Jawa Tengah
Kode 04 untuk wilayah Prov. D.I. Yogyakarta
Kode 05 untuk wilayah Prov. Jawa Timur
Kode 06 untuk wilayah Prov. Aceh
Kode 07 untuk wilayah Prov. Sumatera Utara
Kode 08 untuk wilayah Prov. Sumatera Barat
Kode 09 untuk wilayah Prov. Riau
Kode 10 untuk wilayah Prov. Jambi
Kode 11 untuk wilayah Prov. Sumatera Selatan
Kode 12 untuk wilayah Prov. Lampung
Kode 13 untuk wilayah Prov. Kalimantan Barat
Kode 14 untuk wilayah Prov. Kalimantan Tengah
Kode 15 untuk wilayah Prov. Kalimantan Selatan
Kode 16 untuk wilayah Prov. Kalimantan Timur
Kode 17 untuk wilayah Prov. Sulawesi Utara
Kode 18 untuk wilayah Prov. Sulawesi Tengah
Kode 19 untuk wilayah Prov. Sulawesi Selatan
Kode 20 untuk wilayah Prov. Sulawesi Tenggara
Kode 21 untuk wilayah Prov. Maluku
Kode 22 untuk wilayah Prov. Bali
Kode 23 untuk wilayah Prov. Nusa Tenggara Barat
Kode 24 untuk wilayah Prov. Nusa Tenggara Timur
Kode 25 untuk wilayah Prov. Papua
Kode 26 untuk wilayah Prov. Bengkulu
Kode 27 untuk wilayah Prov. Maluku Utara
Kode 28 untuk wilayah Prov. Banten
Kode 29 untuk wilayah Prov. Kepulauan Bangka Belitung
Kode 30 untuk wilayah Prov. Gorontalo
Kode 31 untuk wilayah Prov. Kepulauan Riau
Kode 32 untuk wilayah Prov. Papua Barat
Kode 33 untuk wilayah Prov. Sulawesi Barat
Kode 34 untuk wilayah Prov. Kalimantan Utara
Kode 35 untuk wilayah Luar Negeri dan Hong Kong

Contoh untuk mengunduh prefill yaitu sebagai berikut:
http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_kode_wilayahA/generate_prefill.php

http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019_01A/generate_prefill.php

kode wilayah diubah sesuai dengan kode masing-masing provinsi. Sebagai contoh kode wilayah 01 itu artinya untuk provinsi DKI Jakarta.

Username dan password yang digunakan untuk mengunduh prefill merupakan data pengguna yang terdaftar di server pusat. Jika terdapat ketidaksesuaian data ketika melakukan proses generate prefill, segera lakukan konfirmasi dengan admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD/SMP dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA/SMK/SLB.

Setelah berhasil memasukkan username, password, dan kode registrasi, klik “Generate” dan tunggu proses selesai.
Klik “download” dan simpan prefill tersebut di drive C:\ dengan nama folder “prefill_dapodik”.

Mau Sukses Instal? Ini yang Harus Dipersiapkan Sebelum Instal Aplikasi Dapodik Versi 2019 c

Installer Aplikasi Dapodik Versi 2019c

Aplikasi dapodik versi baru telah dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI beberapa waktu yang lalu. Aplikasi dapodik versi terbaru yang dirilis yaitu Aplikasi Dapodik Versi 2019c. Aplikasi ini dirilis untuk menggantikan aplikasi dapodik versi sebelumnya.

Aplikasi dapodik versi 2019c digunakan untuk pengelolaan data pokok pendidikan semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Aplikasi Dapodik versi 2019c berupa fresh installer. Itu artinya untuk menginstal aplikasi yang terbaru ini memerlukan perlakuan khusus. Aplikasi Dapodik versi lama harus diuninstal atau dicopot terlebih dahulu. Jadi tidak asal ditindih.

Namun aplikasi dapodik versi 2019c ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan aplikasi dapodik versi sebelum-sebelumnya. Perbedaan yang paling menonjol adalah terletak pada persyaratan perangkat PC atau laptop yang akan diinstal aplikasi dapodik versi 2019c. Inilah yang kemudian menyebabkan banyak permasalahan dan kendala yang dialami oleh sebagian besar operator dapodik di sekolah.

Banyak laporan yang menyatakan bahwa aplikasi dapodik versi 2019c gagal diinstal atau tidak mau diinstal di laptop atau PC yang mana sebelum-sebelumnya tidak ada masalah. Ada juga laporan yang menyarakan bahwa aplikasi dapodik dapat diinstal, akan tetapi tidak mau dijalankan atau connection is refused. Permasalahan-permasalahan tersebut tentunya menjadi perhatian utama bagi para pengguna aplikasi dapodik.

Agar sukses dalam menginstal aplikasi dapodik versi 2019c, berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh operator dapodik sebelum menginstal aplikasi dapodik versi 2019c.
1. Uninstal aplikasi dapodik versi lama. Bersihkan semua cache dan history pada laptop. terutama yang berkaitan dengan aplikasi dapodik versi lama.
2. Unduh aplikasi dapodik versi 2019c, pastikan berupa installer yang dapat diunduh disini.
3. Pastikan laptop atau PC yang digunakan mempunyai spesifikasi berikut ini.

  • Processor Intel Core i3 atau yang setara
  • Memori standar 4GB
  • Hard Drive 120 GB SSD/500 GB HDD
  • Sistem Operasi Windows 10
  • Terpasang peramban web Google Chrome atau Mozilla Firefoz

4. Siapkan username, password dan kode registrasi sekolah pada dapodik.
5. Patikan koneksi internet lancar jika nantinya melakukan registrasi aplikasi dapodik secara online.

Nah, jika beberapa hal di atas dapat dipenuhi, aplikasi dapodik versi 2019c akan terpasang dengan sukses tanpa kendala. Selamat bekerja. Salam satu Data.


Tuesday, October 30, 2018

Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 2019a ke Versi 2019b, Mudah Ga Pake Lama!

Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 2019a ke Versi 2019b
Tanggal 30 Oktober 2018 kemarin, Tim Pengembang Aplikasi Dapodik Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali merilis aplikasi dapodik terbaru. Ini merupakan rilis yang ketiga kalinya sebagai rangkaian dari penyempurnaan aplikasi dapodik versi 2019 yang digunakan untuk pengelolaan data pokok pendidikan di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Aplikasi dapodik yang dirilis ini adalah aplikasi dapodik versi 2019b berupa updater, bukan installer.

Aplikasi dapodik yang terbaru ini dikeluarkan sebagai jawaban tim pengembang aplikasi atas banyaknya laporan-laporan dari para penggguna aplikasi dapodik yaitu berbagai keluhan adanya bugs pada aplikasi dapodik versi 2019a yang dapat mengganggu kelancaran sekolah dalam melakukan pemutakhiran data  poko pendidikan.

Disamping itu, Aplikasi dapodik versi 2019b ini memuat beberapa pembaharuan dan pembenahan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak. Pembenahann juga merupakan kebutuhan dan upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Baca Juga : Daftar Pembaharuan Aplikasi Dapodik Versi 2019b
Karena hanya  disediakan pembaharuan aplikasi secara online, maka operator dapodik di sekolah selaku pengguna harus pandai-pandai dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik pada komputer atau laptopnya. Karena sifatnya online maka laptop yang terinstal dapodik harus terkoneksi dengan internet yang stabil koneksinya dan memastikan bandwitch cukup. Langkah-langkah untuk melakukan pembaruan secara online sebagai berikut:
  1. Pastikan komputer terkoneksi internet.
  2. Buka aplikasi dapodik kemudian silahkan login pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 atau 2019a
  3. Selanjutnya masuk pada menu Pengaturan, Cek Pembaruan Aplikasi, klik pada tombol “Cek Pembaruan”.
  4. Maka ditampilkan keterangan bahwa Pembaruan Tersedia. Pembaruan Tersedia (Dapodik 2019.b) Apakah Anda ingin melanjutkan? Pastikan tidak menutup jendela browser sebelum proses pembaruan selesai!
  5. Klik tombol “Lanjutkan”, maka sistem akan melakukan update pembaruan.
  6. Setelah proses selesai, klik tombol “Muat ulang halaman sekarang”.
  7. Jika diperlukan, lakukan refresh (Ctrl + F5).
Bagaimana, cukup mudah bukan cara mengupdate aplikasi dapodik versi 2019a ke versi 2019b. Ingat, untuk memperbaharui aplikasi dapodik versi terbaru ini, pengguna tidak perlu melakukan uninstall aplikasi yang lama. Dan perlu dicatat. juga bahwa sekolah tidak wajib mengupdate aplikasi dapodiknya. Namun sekolah diwajibkan sudah melakukan sinkronisasi jika ingin mengupdate aplikasi dapodiknya ke versi yang terbaru.

Rilis Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019b

Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019b
Akhir bulan Oktober, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali merilis aplikasi Dapodik versi baru, yaitu dapodik versi 2019b. Pembaharuan aplikasi dapodik ini dimaksudkan untuk menyempurnakan aplikasi dapodik versi sebelumnya. Aplikasi dapodik yang dirilis merupakan updater, bukan installer, jadi aplikasi lama tidak perlu di uninstall dulu sebelum aplikasi yang baru dipasang.

Updater aplikasi Dapodik versi 2019b dirilis tanggal 30 Oktober 2018. Updater ini tidak bisa diunduh langsung di web dapodikdasmen, namun harus melalui aplikasi dapodik yang terinstal di laptop atau komputer. Aplikasi dapodik versi 2019b ini memuat beberapa pembaharuan dan pembenahan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak.

Pembenahann juga merupakan kebutuhan dan upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi sekolah yang menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.a, dapat melakukan pembaruan ke aplikasi dapodik versi 2019b secara Online. Pengguna sangat disarankan telah melakukan sinkronisasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembaruan online. Hal tersebut dikarenakan proses instalasi aplikasi dapodik versi 2019a hanya bisa dilakukan melalui pembaharuan online pada aplikasi dapodik.
Baca  Juga : Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 2019a ke Versi 2019b
Aplikasi dapodik versi terbaru 2019b memuat beberapa pembaharuan dan perbaikan yang mengakomodir keluhan-keluhan dari para pengguna dapodik dan masukan-masukan para pemangku Beberapa perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019b antara lain.

  1. Perbaikan SMAK, SMTK dan Pasraman dapat memilih Program Kurikulum K13
  2. Perbaikan Pemberlakuan Permedikbud No 15 Tahun 2018 terkait Pemenuhan tugas tambahan khususnya untul wali kelas dan pembina ekskul
  3. Perbaikan Pembukaan penugasan GTK selain sekolah reguler Kemdikbud
  4. Perbaikan Perubahan pembukaan validasi rasio rombel terhadap siswa untuk jenis rombel Kelas Jauh/Kecil, Kelas Terbuka dan rombel SKS
  5. Perbaikan Perubahan validasi untuk perhitungan rasio rombel terhadap siswa tidak berlaku untuk jenjang SLB
  6. Perbaikan Perubahan validasi untuk siswa dibawah 5,6 tahun menjadi warning, namun semester depan akan di invalidkan
  7. Perbaikan Pembukaan kuncian isian nama ibu kandung pada peserta didik jika terdeteksi nama ibu kandung tidak wajar
  8. Perbaikan Perbaikan isian No. Kitas untuk warga negara asing
  9. Perbaikan Perbaikan bugs pada rekap peserta didik di dashboard
  10. Perbaikan Perbaikan bugs pada pembelajaran utk sekolah Non Kemdikbud dan SPK
  11. Perbaikan Perubahan API maps
  12. Perbaikan Perbaikan pada security aplikasi

Karena hanya  disediakan pembaharuan aplikasi secara online, maka operator dapodik di sekolah selaku pengguna harus pandai-pandai dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik pada komputer atau laptopnya. Karena sifatnya online maka laptop yang terinstal dapodik harus terkoneksi dengan internet yang stabil koneksinya dan memastikan bandwitch cukup. Kepala sekolah selaku pimpinan satuan pendidikan diharapkan menjalankan supervisi managerial dalam pengerjaan dan pengelolaan dapodik dan bertanggung jawab penuh atas validitas data dapodik yang dikirimkan ke pusat melalui mekanisme sinkronisasi dapodik.

Monday, September 24, 2018

Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 2019 ke Versi 2019a, Mudah Ga Pake Ribet!

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 September 2018, Tim Pengembang Aplikasi Dapodik Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali merilis aplikasi dapodik terbaru. Ini merupakan rilis yang kedua kalinya sebagai rangkaian dari penyempurnaan aplikasi dapodik versi 2019 yang digunakan untuk pengelolaan data pokok pendidikan di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Aplikasi dapodik yang dirilis ini adalah aplikasi dapodik versi 2019a berupa updater, bukan installer.

Aplikasi dapodik yang terbaru ini dikeluarkan sebagai jawaban tim pengembang aplikasi atas banyaknya laporan-laporan dari para penggguna aplikasi dapodik yaitu berbagai keluhan adanya bugs pada aplikasi dapodik versi 2019 yang dapat mengganggu kelancaran sekolah dalam melakukan pemutakhiran data  poko pendidikan . disamping itu, pembaharuan aplikasi dapodik versi 2019a juga bertujuan sebagai penyesuaian untuk mengakomodir kebutuhan implementasi di SLB, SPK  dan SILN sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penyesuain di Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.

Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.a ditujukan bagi sekolah yang memiliki kendala menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019. Sekolah yang tidak memilliki kendala ketika menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 dapat tetap melanjutkan menggunakan versi tersebut. Namun bagi yang tidak ada kendala dan hendak melakukan pembaruan ke Versi 2019.a Disarankan Telah Melakukan Sinkronisasi Terlebih Dahulu Sebelum Melakukan Pembaruan Online. Hal tersebut dikarenakan proses instalasi aplikasi dapodik versi 2019a hanya bisa dilakukan melalui pembaharuan online pada aplikasi dapodik.

Karena hanya  disediakan pembaharuan aplikasi secara online, maka operator dapodik di sekolah selaku pengguna harus pandai-pandai dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik pada komputer atau laptopnya. Karena sifatnya online maka laptop yang terinstal dapodik harus terkoneksi dengan internet yang stabil koneksinya dan memastikan bandwitch cukup. Langkah-langkah untuk melakukan pembaruan secara online sebagai berikut:

1. Pastikan komputer terkoneksi internet.
2. Buka aplikasi dapodik kemudian silahkan login pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019
3. Selanjutnya masuk menu Pengaturan, Cek Pembaruan Aplikasi, klik tombol “Cek Pembaruan”.


4. Akan tampil keterangan bahwa Pembaruan Tersedia. Pembaruan Tersedia (Dapodik 2019.a) Apakah Anda ingin melanjutkan? Pastikan tidak menutup jendela browser sebelum proses pembaruan selesai!


5. Klik tombol “Lanjutkan”, maka sistem akan melakukan update pembaruan.


6. Setelah proses selesai, klik tombol “Muat ulang halaman sekarang”.
7. Jika diperlukan, lakukan refresh (Ctrl + F5).

Bagaimana, cukup mudah bukan cara mengupdate aplikasi dapodik versi 2019 ke versi 2019a. Ingat, untuk memperbaharui aplikasi dapodik versi terbaru ini, pengguna tidak perlu melakukan uninstall aplikasi yang lama. Dan perlu dicatat. juga bahwa sekolah tidak wajib mengupdate aplikasi dapodiknya. Namun sekolah diwajibkan sudah melakukan sinkronisasi jika ingin mengupdate aplikasi dapodiknya ke versi yang terbaru.

Saturday, September 22, 2018

Rilis Updater Aplikasi Dapodik Versi 2019a

Aplikasi Dapodik Versi 2019a
Tepat di hari ulang tahun kemerdekaan RI bulan Agustus kemarin, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI merilis aplikasi dapodik versi terbaru sebagai pengganti aplikasi dapodik versi lawas. Aplikasi yang dirilis tersebut adalah Aplikasi Dapodik Versi 2019 yang digunakan untuk tahun pelajaran 2018/2019. Aplikasi dapodik yang dirilis pada saat itu adalah berupa fresh installer sehingga aplikasi lama harus di uninstall dulu sebelum aplikasi yang baru dipasang.

Dan mendekati  akhir bulan September ini, tepatnya pada tanggal 21 September 2018 kemarin, Tim Pengembang Aplikasi Dapodik Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali merilis aplikasi dapodik terbaru. Ini merupakan rilis yang kedua kalinya sebagai rangkaian dari penyempurnaan aplikasi dapodik versi 2019 yang digunakan untuk pengelolaan data pokok pendidikan di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 ini. Aplikasi dapodik yang dirilis ini adalah aplikasi dapodik versi 2019a berupa updater, bukan installer.

Aplikasi dapodik yang terbaru ini dikeluarkan sebagai jawaban tim pengembang aplikasi atas banyaknya laporan-laporan dari para penggguna aplikasi dapadik yaitu keluhan adanya bugs pada aplikasi dapodik versi 2019.  Rilis aplikasi dapodik versi 2019a sebagai tidak lanjut atas laporan-laporan adanya bugs pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019 yang dapat mengganggu kelancaran sekolah dalam melakukan pemutakhiran data serta perlu adanya penyesuaian untuk mengakomodir kebutuhan implementasi di SLB, SPK  dan SILN maka telah dilakukan perbaikan dan penyesuain di Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.

Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.a ditujukan bagi sekolah yang memiliki kendala menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019. Sekolah yang tidak memilliki kendala ketika menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 dapat tetap melanjutkan menggunakan versi tersebut. Namun bagi yang tidak ada kendala dan hendak melakukan pembaruan ke Versi 2019.a Disarankan Telah Melakukan Sinkronisasi Terlebih Dahulu Sebelum Melakukan Pembaruan Online. Hal tersebut dikarenakan proses instalasi aplikasi dapodik versi 2019a hanya bisa dilakukan melalui pembaharuan online pada aplikasi dapodik.
Baca  Juga : Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 2019 ke Versi 2019a
Aplikasi dapodik versi terbaru 2019a memuat beberapa pembaharuan dan perbaikan yang mengakomodir keluhan bugs dari para pengguna dapodik. Beberapa perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019a antara lain.

  • Pembaruan Penambahan kolom Lintang dan Bujur pada unduhan Daftar Peserta Didik
  • Perbaikan pada Perizinan penambahan GTK untuk SILN
  • Perbaikan pada  Perizinan penambahan Peserta Didik untuk SILN
  • Perbaikan pada SMA Kristen dapat menyelenggarakan Kelas Teori
  • Perbaikan pada Pengecualian validasi rasio peserta didik terhadap rombel untuk SLB, SILN, SPK
  • Perbaikan pada Pengecualian validasi perhitungan umur peserta didik 5,6 tahun untuk SLB,
  • Perbaikan pada Bugs pada saat tambah baru Peserta Didik
  • Perbaikan pada Bugs pada saat tambah baru GTK
  • Perbaikan pada Perbaikan pada security aplikasi

Karena hanya  disediakan pembaharuan aplikasi secara online, maka operator dapodik di sekolah selaku pengguna harus pandai-pandai dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik pada komputer atau laptopnya. Karena sifatnya online maka laptop yang terinstal dapodik harus terkoneksi dengan internet yang stabil koneksinya dan memastikan bandwitch cukup. Kepala sekolah selaku pimpinan satuan pendidikan diharapkan menjalankan supervisi managerial dalam pengerjaan dan pengelolaan dapodik dan bertanggung jawab penuh atas validitas data dapodik yang dikirimkan ke pusat melalui mekanisme sinkronisasi dapodik.

Monday, July 30, 2018

Sekolah Diminta Bersiap Menyambut Aplikasi Dapodik Versi Terbaru untuk Tahun Pelajaran 2018/2019

Aplikasi Dapodikdasmen Versi Baru akan Segera Dirilis
Tahun Pelajaran 2017/2018 telah usai. Dengan berakhirnya tahun pelajaran 2017/2018 maka secara otomatis segala aktivitas pendataan pada aplikasi dapodik juga selesai dan akan berlanjut pada pendataan semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 yang masih kita nantikan rilis resminya dari Kemendikbud RI.

Beberapa proses yang secara rutin terjadi dengan mulainya tahun pelajaran baru 2018/2019 antara lain proses kelulusan siswa, proses kenaikan tingkat dan juga proses penerimaan siswa baru. Semua proses periodical tersebut, juga harus diikuti dengan pemutakhiran  data pada sistem pendataan dapodik.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pergantian tahun pelajaran baru bisa dikatakan sebagai momen yang sangat krusial bagi pendataan dapodik karena secara teknis juga akan dilakukan pembaruan terhadap aplikasi dapodikdasmen.

Pembaharuan aplikasi dapodikdasmen bertujuan untuk mengakomodir adanya kebijakan perubahan regulasi maupun perkembangan akan kebutuhan data . Oleh karena itu, Setditjen Dikdasmen Kemendikbud RI sedang menyiapkan aplikasi dapodikdasmen versi  baru untuk digunakan pada semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Rencananya aplikasi dapodikdasmen versi terbaru nantinya dalam bentuk fresh installer yang akan dirilis pada pertengahan bulan Agustus nanti.

Sambil menunggu dikeluarkannya aplikasi dapodikdasmen versi terbaru, sekolah perlu memperhatikan beberapa hal terkait dengan aplikasi dapodikdasmen.

Sinkronisasi aplikasi dapodikdasmen versi 2018b sudah ditutup tanggal 15 Juli 2018.
Ditutupnya pintu sinkroniasi bertujuan untuk menjaga kestabilan database dapodik agar menyesuiakn dengan data terakhir pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Selain itu juga bertujuan member kesempatan maintenance pada server Dapodikdasmen. Dengan ditutupnya proses sinkronisasi dapodik versi 2018b tahun pelajaran 2017/2018 maka, operator diminta tidak melakukan sinkronisais dapodik setelah tanggal 15 Juli 2018.

Server Dapodikdasmen Off mulai tanggal 16 Juli 2018.
Mulai tanggal 16 Juli 2018, setditjen Dikdasmen akan menonaktifkan server dapodikdasmen untuk sementara waktu guna kepentingan maintenance server hingga batas waktu yang tak ditentukan sampai dirilisnya aplikasi dapodikdasmen versi terbaru. Selama maintenance server, sekolah dilarang untuk melakukan sinkronisasi. Jika hal tersebut dilakukan, dikhawatirkan akan merusak database dapodik baik secara parsial atau keseluruhan.

Proses Kelulusan Siswa Tingkat Akhir Dilakukan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi Baru
Rencananya proses kelulusan siswa tingkat akhir (kelas 6, 9 dan 12) akan dilakukan secara otomatis oleh sistem pada aplikasi dapodikdasmen versi baru yang akan dirilis nanti. Saat ini Setditjen Dikdasmen sedang melakukan ujicoba dapodikdasmen versi terbaru untuk menguji fitur kelulusan otomatis pada aplikasi dapodikdasmen versi terbaru. Oleh karena itu, sekolah dilarang meluluskan siswa tingkat akhir pada aplikasi dapodik versi 2018b. Termasuk siswa yang mengajukan mutasi keluar setelah penerimaan rapor atau pada awal tahun pelajaran baru.

Input Data Siswa Baru Dilakukan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi Baru
Penginputan data siswa baru dan mutasi masuk juga harus dilakukan pada aplikasi dapodik versi terbaru yang akan dirilis pada pertengahan agustus nanti. Disamping itu, proses kenaikan kelas dan mutasi masuk keluar juga harus menunggu rilis aplikasi dapodikdasmen versi terbaru nanti.

Aplikasi Dapodikdasmen Versi Baru akan Dirilis di Halamn Resmi Milik SetDitjen Dikdasmen
Sekolah diminta bersabar untuk menunggu rilis resmi applikasi dapodik versi terbaru dari SetDitjen Dikdasmen. Rencananya aplikasi dapodikdasmen versi terbaru nanti akan dikeluarkan dalam bentuk fresh installer bukan updater. Sekolah nantinya dapat mengunduh di http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

Dengan dirilisnya versi baru ini sekaligus menandai mulai beroperasinya server Dapodikdasmen secara normal dan proses sinkronisasi dengan menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi baru dapat dilakukan.

Monday, March 5, 2018

Peserta Didik Tidak Bisa Ikut PPDB Online Jika Tidak Mengisi Data Letak Lintang dan Letak Bujur Peta Koordinat di Dapodik?

Peta Koordinat Peserta Didik di Dapodik

Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI senantiasa mengembangkan dan menyempurkan aplikasi Dapodik agar mampu menciptakan data pokok pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, Ditjen Dikdasmen secara rutin selalu mengeluarkan aplikasi Dapodik versi terbaru beserta perbaikan bugs dan pembaharuan fitur-fitur yang ada di aplikasi Dapodik.

Di semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018 ini, Ditjen Dikdasmen secara resmi telah merelase aplikasi Dapodik versi 2018b yang kini sudah disempurnakan menjadi Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0. Salah satu pembaharuan yang ada di aplikasi Dapodik versi 2018b adalah adanya penambahan kolom atau isian letak lintang dan letak bujut peta koordinat tempat tinggal peserta didik. Letak lintang adalah letak tempat tinggal berdasarkan garis lintang utara atau selatan. Sedangkan letak bujur adalah letak tempat tinggal berdasarkan garis bujur barat atau timur.

Pembaharuan peta koordinat tempat tinggal peserta didik termasuk baru karena belum pernah ada pada aplikasi dapodik versi-versi sebelumnya. Penambahan isian letak lintang dan letak bujur ini dimaksudkan untuk memetakan koordinat lokasi tempat tinggal peserta didik guna kepentingan PPDB Sekolah Dasar.

Dalam buku panduan penggunaan aplikasi Dapodik versi 2018b disebutkan bahwa penambahan pengisian kolom lintang dan bujur pada peserta didik bertujuan untuk mengukur jarak tempuh tempat tinggal peserta didik dengan sekolah yang sesuai dengan kebijakan zonasi pada aturan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sesuai Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

Sistem zonasi tersebut didasarkan atas radius zona terdekat tempat tinggal calon peserta didik baru ke sekolah. Dalam ketentuan sistem zonasi dijelaskan bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang dinyatakan diterima. Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dapat menerima calon peserta didik melalui jalur prestasi yang berdomisili di luar radius zona terdekat dari sekolah paling banyak 5% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Dengan adanya permintaan data isian tersebut maka mau tidak mau operator harus menyikapi dengan bijaksana, apakah mengisi data tersebut atau membiarkan kosong tidak terisi? Mengingat tujuan utamanya adalah untuk kepentingan zonasi PPDB, maka sudah selayaknya operator di dapodik mengisi data letak lintang dan letak bujur tersebut agar tidak terjadi kendala dikemudian hari.

Akibat yang mungkin timbul karena tidak mengisi data isian letak lintang dan letak bujur adalah peserta didik tingkat akhir yang lulus ujian akan mengalami masalah saat mengikuti PPDB di sekolah lanjutan. Apalagi PPDB sekarang ini adalah PPDB online yang bisa saja nantinya datanya akan mengambil dan diintegrasikan dengan data Dapodik. Nah, jika data letak lintang dan letak bujur tidak terisi, maka sistem akan kesulitan dalam mendeteksi lokasi tempat tinggal peserta didik sehingga sistem akan kesulitan menentukan sekolah lanjutan terdekat yang bisa menerima peserta didik tersebut. Dengan demikian, peserta didik tersebut tidak akan bisa mengikuti PPDB.

Berdasarkan penjelasan dan gambaran di atas, saya berharap agar operator dapodik di sekolah bersikap bijak untuk mengisi data letak lintang dan letak bujur peta koordinat peserta didik di Dapodik. Perbuatan baik akan mendatangkan kebaikan kepada kita