Showing posts with label Dapodik Versi 2018b. Show all posts
Showing posts with label Dapodik Versi 2018b. Show all posts

Monday, March 5, 2018

Peserta Didik Tidak Bisa Ikut PPDB Online Jika Tidak Mengisi Data Letak Lintang dan Letak Bujur Peta Koordinat di Dapodik?

Peta Koordinat Peserta Didik di Dapodik

Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI senantiasa mengembangkan dan menyempurkan aplikasi Dapodik agar mampu menciptakan data pokok pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, Ditjen Dikdasmen secara rutin selalu mengeluarkan aplikasi Dapodik versi terbaru beserta perbaikan bugs dan pembaharuan fitur-fitur yang ada di aplikasi Dapodik.

Di semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018 ini, Ditjen Dikdasmen secara resmi telah merelase aplikasi Dapodik versi 2018b yang kini sudah disempurnakan menjadi Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0. Salah satu pembaharuan yang ada di aplikasi Dapodik versi 2018b adalah adanya penambahan kolom atau isian letak lintang dan letak bujut peta koordinat tempat tinggal peserta didik. Letak lintang adalah letak tempat tinggal berdasarkan garis lintang utara atau selatan. Sedangkan letak bujur adalah letak tempat tinggal berdasarkan garis bujur barat atau timur.

Pembaharuan peta koordinat tempat tinggal peserta didik termasuk baru karena belum pernah ada pada aplikasi dapodik versi-versi sebelumnya. Penambahan isian letak lintang dan letak bujur ini dimaksudkan untuk memetakan koordinat lokasi tempat tinggal peserta didik guna kepentingan PPDB Sekolah Dasar.

Dalam buku panduan penggunaan aplikasi Dapodik versi 2018b disebutkan bahwa penambahan pengisian kolom lintang dan bujur pada peserta didik bertujuan untuk mengukur jarak tempuh tempat tinggal peserta didik dengan sekolah yang sesuai dengan kebijakan zonasi pada aturan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sesuai Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

Sistem zonasi tersebut didasarkan atas radius zona terdekat tempat tinggal calon peserta didik baru ke sekolah. Dalam ketentuan sistem zonasi dijelaskan bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang dinyatakan diterima. Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dapat menerima calon peserta didik melalui jalur prestasi yang berdomisili di luar radius zona terdekat dari sekolah paling banyak 5% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Dengan adanya permintaan data isian tersebut maka mau tidak mau operator harus menyikapi dengan bijaksana, apakah mengisi data tersebut atau membiarkan kosong tidak terisi? Mengingat tujuan utamanya adalah untuk kepentingan zonasi PPDB, maka sudah selayaknya operator di dapodik mengisi data letak lintang dan letak bujur tersebut agar tidak terjadi kendala dikemudian hari.

Akibat yang mungkin timbul karena tidak mengisi data isian letak lintang dan letak bujur adalah peserta didik tingkat akhir yang lulus ujian akan mengalami masalah saat mengikuti PPDB di sekolah lanjutan. Apalagi PPDB sekarang ini adalah PPDB online yang bisa saja nantinya datanya akan mengambil dan diintegrasikan dengan data Dapodik. Nah, jika data letak lintang dan letak bujur tidak terisi, maka sistem akan kesulitan dalam mendeteksi lokasi tempat tinggal peserta didik sehingga sistem akan kesulitan menentukan sekolah lanjutan terdekat yang bisa menerima peserta didik tersebut. Dengan demikian, peserta didik tersebut tidak akan bisa mengikuti PPDB.

Berdasarkan penjelasan dan gambaran di atas, saya berharap agar operator dapodik di sekolah bersikap bijak untuk mengisi data letak lintang dan letak bujur peta koordinat peserta didik di Dapodik. Perbuatan baik akan mendatangkan kebaikan kepada kita

Sunday, March 4, 2018

Cara Mengisi Data Letak Lintang dan Bujur Peta Koordinat Peserta Didik pada Aplikasi Dapodik

Ada yang berbeda pada Aplikasi Dapodik Versi 2018b jika dibandingkan aplikasi dapodik versi sebelumnya, yaitu penambahan isian peta koordinat berupa letak lintang dan letak bujur pada data peserta didik di aplikasi dapodik. Letak lintang didasarkan pada garis lintang utara dan selatan. Sedangkan letak bujur adalah letak yang didasarkan pada garis bujur barat dan selatan.

Penambahan isian letak lintang dan letak bujur ini dimaksudkan untuk memetakan koordinat lokasi tempat tinggal peserta didik guna kepentingan PPDB Sekolah Dasar. Penambahan pengisian kolom lintang dan bujur pada peserta didik bertujuan untuk mengukur jarak tempuh tempat tinggal peserta didik dengan sekolah.

Penambahan pengisian kolom lintang dan bujur pada peserta didik juga bertujuan untuk mengakomodir kebijakan zonasi pada aturan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 17 Tahun 2017 tentang PPDB.

Untuk pengisian letak lintang dan letak bujur ini untuk sementara mendahulukan peserta didik tingkat akhir yang nantinya akan lulus dan mengikuti PPDB ke sekolah lanjutan. Namun bukan berarti untuk data peserta didik lainnya tidak perlu diisi, hanya saja pengisiannya mendahulukan peserta didik.

Adapun untuk prosedur dan tata cara mengisi data letak lintang dan bujur peta koordinat peserta didik pada Aplikasi Dapodik dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Pastikan laptop/komputer terkoneksi dengan internet
2. Login Aplikasi Dapodik
3. Pilih dan Klik menu Peserta Didik, lalu Pilih Peserta Didik
4. Selanjutnya Pilih dan Klik Nama Peserta Didik yang akan diisi peta koordinatnya
5. Kemudian klik Ubah sehingga muncul Jendela Edit Peserta Didik
6. Lalu klik tombol Buka Peta Koordinat untuk melihat titik tempat tinggal peserta didik


7. Untuk memudahkan pencarian titik koordinat, isi kolom Cari Lokasi lalu tekan Enter.
8. Selanjutnya Pilih titik koordinat yang diinginkan
9. Kemudian klik Pilih Koordinat dan klik Simpan dan Tutup jendela


10. Terakhir Klik Simpan


Bagaimana, cukup mudah bukan cara mengisi peta koordinat peserta didik di dapodik. Harapannya semua peserta didik yang terdaftar di dapodik harus terisi data letak lintang dan letak bujur tempat tinggalnya sehingga memudahkan dinas pendidikan untuk menentukan zonasi pada kegiatan PPDB yang akan datang.

Thursday, March 1, 2018

Inillah Daftar Perbaikan dan Pembaharuan Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0. Yang Nomor Terakhir Bikin Ceria

Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tepat tanggal 28 Februari 2018 kemarin, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI telah resmi merelease Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0. Aplikasi dapodik yang direlease merupakan pengganti aplikasi dapodik versi 2018b patch 1.0.  Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI menyediakan dua pilihan untuk pembaharuan aplikasi Dapodik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, yaitu berupa Installer Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0 dan berupa Updater (Patch) 2.0.

Tujuan dikeluarkannya aplikasi dapodik versi 2018b ini merupakan jawaban atas banyaknya keluhan yang muncur dari para operator dapodik di sekolah selaku pengguna aplikasi dapodik. Banyak operator dapodik yang mengeluhkan adanya bugs yang sedikit banyak cukup mengganggu jalannya pendataan di semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 ini. Adanya bugs tersebut juga dikhawatirkan akan mengganggu pemanfaatan data pokok pendidikan terhadap kebijakan-kebijakan di lingkungan Kemendikbud RI terutama kebijakan-kebijakan yang terkait dengan penerbitan SKTP, Ujian Nasional, Bantuan Operasional Sekolah dan sebagainya.

Oleh karena itu, Ditjen Dikdasmen kembali mengeluarkan pembaharuan aplikasi Dapodik dalam bentuk installer aplikasi dapodik versi 2018b patch 2.0 guna mengakomodir dan merespon berbagai keluhan operator dapodik. Beberapa perbaikan dan pembaharuan yang disertakan dalam aplikasi dapodik versi terbaru ini antara lain

  1. Perbaikan pada saat perubahan data Unit Usaha Kerjasama pada MoU Kerjasama
  2. Perbaikan pengaktifan kolom lintang dan bujur dapat diubah manual pada Peserta Didik
  3. Perbaikan pengaktifan kolom lintang dan bujur dapat diubah manual pada GTK
  4. Perbaikan bugs pada saat penambahan program/komptensi dilayani untuk SMA/SMK
  5. Perbaikan bugs pada saat perubahan data rombongan belajar
  6. Perbaikan bugs pada saat perubahan prasarana
  7. Perbaikan pada security aplikasi

Dengan adanya berbagai perbaikan tersebut diharapkan dapat mengurangi berbagai keluhan operator dapodik di sekolah.  Selain perbaikan tersebut juga ada pembaharuan beberapa tampilan antar muka dan pembaharuan database aplikasi dapodik.  Yang perlu menjadi perhatian adalah ketika sudah melakukan pembaharuan aplikasi adalah data informasi di beranda aplikasi dapodik yaitu

  1. Versi Aplikasi : v.2018.b
  2. Versi patch 2.0 (Rilis tgl 28 Februari 2018)
  3. Versi Database : 2.70

Informasi Database dan Aplikasi yang Digunakan
Dengan demikian operator dapodik harus memastikan bahwa versi aplikasi dapodik versi 2018b dan patch yang digunakan adalah versi patch 2.0. Disamping itu pada saat registrasi offline pada Aplikasi Dapodikdasmen operator dapodik Dillarang menggunakan prefill lama. Operator dapodik diwajibkan menggunakan prefill baru yang bisa diunduh di halaman dapo.dikdasmen.kemendikbud. Penggunaan prefill lama dapat menyebabkan data-data menjadi berganda.

Release Installer dan Updater Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0

Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0
Di akhir bulan Februari  kemarin tepatnya tanggal 28 Februari 2018, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali berinovasi dengan merelease aplikasi dapodik versi terbaru sebagai pengganti aplikasi dapodik versi lawas. Ini merupakan release yang ketiga kalinya sebagai penyempurnaan aplikasi dapodik versi 2018b yang digunakan untuk pengelolaan data pokok pendidikan di semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 ini.

Aplikasi dapodik yang terbaru ini dikeluarkan sebagai jawaban tim pengembang aplikasi atas banyaknya laporan-laporan dari para penggguna aplikasi dapadik yaitu keluhan adanya bugs pada aplikasi dapodik versi 2018b. Meskipun Tim Pengembang Aplikasi Dapodik Ditjen Dikdasmen telah merelase patch 1.0 untuk aplikasi dapodik versi 2018b namun tetap saja masih banyak laporan adanya bugs pada aplikasi dapodik versi 2018b patch 1.0 tersebut.
Baca  Juga : Daftar Pembaharuan dan Perbaikan Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0
Para pengguna aplikasi dapodik khawatir dengan adanya bugs tersebut akan berdampak pada pemanfaatan data pokok pendidikan terhadap berbagai kebijakan di lingkungan Kemendikbud RI. Bugs yang masih ada pada aplikasi dapodik versi 2018b patch 1.0 tersebut juga dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pemutakhiran data pokok pendidikan semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 terutama terhadap penyaluran tunjangan profesi guru.

Atas dasar itulah kemudian, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud RI melalui Tim Pengembang Aplikasi Dapodik sepakat mengeluarkan pembaharuan aplikasi dapodik versi 2018b. Dalam berita yang direlease di halaman resmi data pokok pendidikan dasar dan menengah disebutkan bahwa pembaharuan aplikasi yang disediakan adalah dalam bentuk installer dan updater atau patch yaitu Installer Dapodik Versi 2018b Patch 2.0 dan Updater (Patch 2.0).
Baca Juga : Download Installer dan Updater (Patch) Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0
Jika menggunakan installer, maka aplikasi lama yang sudah terinstal di laptop harus diuninstal terlebih dahulu baru kemudian dipasang installer aplikasi dapodik versi terbaru. Installer aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0 yang disediakan berukuran 62,2 MB namun saat diunduh akan memiliki ukuran 63,7 MB. Jika saat mengunduh ternyata ukuran file installer dibawah ukuran tersebut, operator dapodik perlu curiga dan mencoba mendonwload ulang.
Baca Juga : Cara Sukses Instal dan Update Aplikasi Dapodik Versi 2018b Patch 2.0
Jika menggunakan updater atau pacth, rekan-rekan operator tidak perlu melakukan pencopotan (uninstall) aplikasi dapodik yang lama. Updater atau patch 2.0 untuk aplikasi dapodik versi 2018b bisa langsung diinstal. Updater atau patch 2.0 yang disediakan memiliki ukuran 5,98MB. Namun saat didownload filesize akan berubah menjadi 6,127 MB.

Karena disediakan dalam bentuk 2 file installer dan updater, maka operator dapodik di sekolah selaku pengguna harus pandai-pandai dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik pada komputer atau laptopnya. Dengan dikeluarkannya aplikasi dapodik versi terbaru ini, diharapkan pihak sekolah segera mengupgrade dan mengupdate aplikasi dapodik yang sudah terinstal di laptop atau Personal Computer Desktop. Kepala sekolah selaku pimpinan satuan pendidikan diharapkan menjalankan supervisi managerial dalam pengerjaan dan pengelolaan dapodik dan bertanggung jawab penuh atas validitas data dapodik yang dikirimkan ke pusat melalui mekanisme sinkronisasi dapodik.

Monday, February 5, 2018

Cara Upload Kop Sekolah di Aplikasi Dapodik Versi 2018b

Ditjen GTK Kemendikbud RI senantiasa berinovasi dengan aplikasi Dapodik. Dalam setiap release update dan pembaharuan aplikasi Dapodik, tim pengembang aplikasi Dapodik selalu memberikan kejutan-kejutan fitur dan layanan yang ada pada aplikasi Dapodik.

Memang selain bertujuan untuk mengatasi bug-bugs yang selalu mengganggu operator dapodik dalam pengerjaan dapodik, release aplikasi dapodik juga bertujuan untuk melengkapi fitur-fitur baru yang berguna untuk menambah kualitas data pokok pendidikan. Seperti kita ketahui bersama bahwa kualitas data pokok pendidikan akan sangat bermanfaat sekali terhadap penentuan kebijakan-kebijakan di lingkungan Kemendikbud RI.

Yang terbaru adalah fitur yang ada pada aplikasi Dapodik versi 2018b yang baru saja direlease tanggal 30 Januari 2018 yang lalu. Aplikasi Dapodik versi 2018b tersebut ditujukan untuk pendataan data pokok pendidikan semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 baik pada jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Aplikasi yang berukuran 63.746 kb atau 63,7 MB ini merupakan pengganti aplikasi Dapodik versi 2018a pada semester satu kemarin.

Salah satu fitur baru yang ada dalam aplikasi Dapodik versi 2018b adalah adanya fitur cetak dokumen surat mutasi peserta didik dan guru serta profil guru dan tenaga kependidikan yang tidak kita temui di aplikasi Dapodik versi sebelumnya. Namun untuk mencetak dokumen-dokumen tersebut diperlukan kop sekolah yang nantiny akan dijadikan kop surat pada dokumen-dokumen  yang akan dicetak melalui aplikasi Dapodik versi 2018b. Kop sekolah tersebut harus diupload terlebih dahulu ke aplikasi Dapodik sebelum tersemat secara otomatis pada dokumen-dokumen resmi yang tercetak melalui aplikasi Dapodik versi 2018b.

Untuk mengupload kop sekolah di aplikasi Dapodik versi 2018b, operator sekolah selaku pengguna harus menyiapkan gambar kop sekolah tidak lebih dari 2MB dan berukuran 700 x 300 pixels. Gambar kop sekolah pada aplikasi dapodik yang bisa diupload harus berekstensi jpg, jpeg dan png baik berwarna atau hitam putih. Cara mengupload kop sekolah pada aplikasi dapodik versi 2018b sebagai berikut.

1. Login ke aplikasi dapodik versi 2018b
2. Klik menu Pengaturan pada sidebar Dapodik. Selanjutnya klik “Ubah Kop Sekolah”


3. Pilih gambar kop sekolah yang akan diupload lalu klik simpan


4. Kop sekolah sudah tersimpan di aplikasi dapodik dan siap digunakan.
5. Berikut ini adalah tampilan kop sekolah saat cetak dokumen profil guru.


Bagaimana, cukup mudah kan cara mengupload kop sekolah di aplikasi dapodik versi 2018b? Operator Dapodik dapat mengubah kop sekolah sewaktu-sewaktu menyesuaikan data sekolah yang terbaru. Silahkan mencoba.

Wednesday, January 31, 2018

Inilah Cara Ampuh Install Aplikasi Dapodik Versi Terbaru (Versi 2018b)

Instalasi Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Aplikasi Dapodik versi terbaru telah diluncurkan secara resmi oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI. Aplikasi Dapodik versi terbaru yang diluncurkan yaitu hanya berupa installer. Aplikasi dapodik versi yang terbaru adalah aplikasi dapodik versi 2018b sebagai pengganti aplikasi dapodik versi 2018a. Aplikasi dapodik versi 2018b ini diluncurkan tanggal 30 Januari 2018 sesuai janji seminggu sebelumnya.

Aplikasi Dapodik versi terbaru ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memperbaharui beberapa fitur yang ada pada aplikasi Dapodik sehingga lebih nyaman digunakan oleh para pengguna aplikasi dapodik. Hal ini didadasari pada beberapa laporan terkait adanya bugs pada aplikasi dapodik versi lama (versi 2018a). Oleh karena itu dikembangkan lagi ke versi terbaru untuk menanggulangi beberapa permasalahan yang timbul pada aplikasi dapodik versi lawas tersebut. Di samping itu juga untuk kepentingan update data pokok pendidikan pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

Karena hanya ada satu jenis aplikasi dapodik versi 2018b (installer saja bukan updater) maka pengguna dapodik harus bijak dalam melakukan install aplikasi dapodik versi terbaru tersebut. Karena hanya menggunakan installer, maka aplikasi lama yang terinstal pada komputer atau laptop harus dicopot atau diunistall terlebih dahulu karena tidak bisa langsung ditindih. File installer aplikasi dapodik 2018b bisa didapatkan di halaman resmi Dapodikdasmen atau bisa di download disini.

Perlu diperhatikan bahwa ukuran file (File Size) dari installer aplikasi dapodik versi 2018b cukup besar jika dibandingkan aplikasi dapodik versi sebelumnya, yaitu  sebesar 63.746 kb atau 63,7 MB. Untuk itu, pastikan file installer yang terunduh memiliki file size tersebut jangan sampai kurang karena bisa menyebabkan proses instalasi aplikasi dapodik gagal.

Bagi rekan-rekan operator yang mengalami kesulitan dalam menginstal aplikasi dapodik versi 2018b terutama rekan-rekan operator dapodik baru, bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Unduh installer aplikasi dapodik versi 2018b
  2. Pastikan sudah pernah melakukan pengiriman data/sinkronisasi dapodik menggunakan aplikasi dapodik versi sebelumnya (2018a)  
  3. Bersihkan cache dan history pada komputer atau laptop.
  4. Buka folder penyimpanan file installer aplikasi Dapodik versi 2018b hasil unduhan tadi.
  5. Klik kanan file kemudian pilih dan klik Run as Administrator
  6. Ikuti setiap langkah instalasi Dapodik yang sudah disediakan dengang mengklik saya setuju, ok atau lanjut.
  7. Tunggu sampai ada notifikasi instalasi berhasil lalu klik OK
  8. Restart laptop atau komputer 
  9. Buka aplikasi Dapodik versi 2018b
  10. Tekan Ctrl+F5 pada keyboard agar tampilan di beranda menunjukkan versi 2018b
  11. Aplikasi dapodik versi 2018b sudah siap di registrasi dan digunakan.

Sekedar tips bagi pengguna yang menginstall aplikasi dapodik sebaiknya lakukan clear browsing history dan cache pada laptop atau komputer yang akan dipasang aplikasi dapodik. Begitu juga menonaktidkan antivirus yang terpasang di laptop atau komputer. Hal ini dimaksdukan untuk memperlancar proses instalasi agar tidak gagal di tengah jalan.

Cara Sukses Anti Gagal Registrasi Aplikasi Dapodik 2018b secara Online dan Offline

Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI kembali me-release aplikasi Dapodik versi yang terbaru tanggal 30 Januari 2018 kemarin. Aplikasi Dapodik terbaru yang direlease adalah Aplikasi Dapodik Versi 2018b. Aplikasi ini dikeluarkan sebagai pengganti aplikasi Dapodik versi 2018a yang kemarin digunakan untuk pendataan data pokok pendidikan semester 1 tahun pelajaran 2017/2018.

Aplikasi Dapodik versi 2018b ini digunakan untuk update data pokok pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Aplikasi Dapodik yang dikeluarkan berupa installer bukan updater sehingga memerlukan perlakukan khusus dalam proses pemasangan di laptop atau komputer sekolah. Operator dapodik di sekolah harus melakukan uninstall aplikasi dapodik versi lawas terlebih dahulu sebelum menginstal aplikasi dapodik versi baru. Installer Aplikasi Dapodik Versi 2018b dapat di Download disini.

Meskipun aplikasi dapodik yang direlease ini merupakan versi baru, namun secara teknis untuk mekanisme instalasi dan registrasi aplikasi dapodik ini masih sama dengan aplikasi dapodik versi sebelumnya. Aplikasi dapodik yang sudah terinstal di laptop atau komputer sekolah harus dilakukan registrasi sehingga update data pokok pendidikan semester genap tahun pelajaran 2017/2018 dapat segera dilaksanakan.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI menyediakan dua jalur registrasi aplikasi dapodik versi 2018b. Operator Dapodik di sekolah bisa melakukan registrasi secara online maupun offline, tergantung selera operator saja. Proses registrasi aplikasi dapodik memerlukan kode registrasi sekolah dan username serta password yang digunakan yang masih sama dengan semester sebelumnya.

Proses registrasi aplikasi dapodik versi 2018b secara online tidak memerlukan prefill dapodik sehingga tidak usah melakukan generate prefill dapodik. Sedangkan registrasi aplikasi dapodik versi 2018b secara offline wajib menggunakan prefill dapodik sehingga operator dapodik di sekolah harus melakukan generate prefill terlebih dahulu sebelum melakukan registrasi. Jika melakukan registrasi secara online maka laptop atau komputer harus terhubung dengan internet yang cukup stabil. Sedangkan registrasi secara offline tidak memerlukan koneksi internet, cukup menyimpan data prefill hasil generate prefill ke dalam folder prefill_dapodik. Untuk Generate Prefill Dapodik bisa dilakukan di sini

Bagi operator sekolah yang masih mengalami kesulitan dalam melakukan registrasi pengguna aplikasi Dapodik 2018b dapat mengikuti langkah-langkah instalasi seperti berikut ini.

Registrasi secara online 

  1. Siapkan kode registrasi, email (username) dan password yang akan digunakan untuk mendaftar/registrasi. 
  2. Buka aplikasi dapodik 2018b dengan klik ganda pada ikon aplikasi dapodik 2018b yang ada di desktop. 
  3. Setelah terbuka akan muncul jendela registrasi pengguna dapodik, pilih metode “Online”
  4. Isi semua field isian dengan benar yang meliputi Kode Registrasi, Jenjang, Username (Email), Pasword dan Ketik Ulang Pasword
  5. Jika sudah terisi semua dengan benar, klik “Submit”
  6. Tunggu proses registrasi sampai berhasil (secara normal membutuhkan waktu paling lama 15 menit)
  7. Jika sudah berhasil akan muncul tampilan seperti ini. 

Registrasi secara offline

  • Siapkan kode registrasi, email (username) dan password yang akan digunakan untuk mendaftar/registrasi.
  • Jalankan peramban web (bisa google chrome atau Mozilla) lalu ketikkan alamat unduh prefill pada address bar : http://sync.dikmen.kemdikbud.go.id/prefill_dikdasmen/generate_prefill.php 
  • Pilih jenjang yang sesuai : SD/SDLB/SMP/SMPLB/SMA-SMK
  • Ketikkan username, password dan kode registrasi.
  • Selanjutnya klik “Generate” lalu tunggu proses generate prefill sampai selesai.
  • Klik “Download” file hasil generate prefill dan simpan di drive C dengan nama folder prefill_dapodik (penulisan harus benar)
  • File prefill hasil unduhan berekstensi .prf
  • Jika sudah disimpan di drive C, jalankan aplikasi dapodik 2018b yang sudah terinstal.
  • Setelah terbuka akan muncul jendela registrasi pengguna dapodik, pilih metode Offline
  • Isi semua field isian dengan benar jika sudah terisi semua klik submit

Setelah berhasil registrasi, aplikasi Dapodik 2018b sudah bisa digunakan untuk mengerjakan pembaharuan data pokok pendidikan di semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Yang perlu menjadi perhatian di awal release aplikasi dapodik versi 2018b ini adalah muncul kasus JJM mata pelajaran PAI baik di KTSP dan Kurikulum 2013 ternyata tidak sama dengan peraturan yang ada. Banyak yang mengalami ketika sudah berhasil registrasi dan saat mau mengisi pembelajaran ternyata JJM PAI KTSP hanya 2 Jam dan JJM PAI Kurikulum 2013 hanya 3 jam saja. Ini membuktikan bahwa masih ada bugs pada apliakasi dapodik yang terbaru ini. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Bagaimana, cukup mudah kan cara registrasi aplikasi dapodik versi 2018b. Selamat mencoba!

Tuesday, January 30, 2018

Download Aplikasi Dapodik Versi 2018b

Di penghujung bulan Januri 2018, Dirjen Dikdasmen secara resmi telah me-release aplikasi dapodik yang terbaru, yaitu aplikasi dapodik versi 2018b. Tepat tanggal 30 Januari 2018 kemarin, aplikasi dapodik versi 2018b dikeluarkan sebagai pengganti aplikasi dapodik versi sebelumnya (aplikasi dapodik versi 2018a).

Aplikasi dapodik versi 2018b ini digunakan untuk pembaharuan data pokok pendidikan baik data sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 yang nantinya akan dimanfaatkan oleh stakeholder pendidikan yang terkait dalam penentuan berbagai kebijakan di lingkungan Kemendikbud RI.

Aplikasi Dapodik versi 2018b yang dikeluarkan hanya dalam bentuk installer dan tidak disediakan file updaternya. Jadi pemasangan aplikasi dapodik versi 2018b ini tidak bisa langsung ditindih, tetapi harus melalui mekanisme pencopotan (unisntal) aplikasi dapodik versi lawas yang terpasang pada laptop atau komputer.
Baca Juga : Cara Instal Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Setelah terinstal, seperti biasa proses registrasinya dapat dilakukan secara online maupun offline. Registrasi aplikasi dapodik online dan offline sama-sama memerlukan Kode Registrasi Dapodik. Yang membedakan keduanya adalah bila registrasi secara online tidak memerlukan prefill dapodik. Sedangkan registrasi offline memerlukan prefill dapodik.
Baca Juga : Cara Registrasi Aplikasi Dapodik Versi 2018b Anti Gagal!
Aplikasi dapodik versi 2018b ini memliki ukuran sebesar 63.746 kb atau 63,7 MB. Sebuah ukuran file yang tidak terlalu besar bagi aplikasi pendataan yang menampung berbagai data pokok pendidikan. File size tersebut sebaiknya dijadikan pedoman saat mendownload aplikasi dapodik versi 2018b.

Jika ternyata hasil unduhan aplikasi dapodik tidak berukuran sebagaimana dimaksud, kemungkinan file tersebut corrupt dan akan mengakibatkan aplikasi dapodik tidak bisa diinstal. Untuk mendownload aplikasi dapodik versi 2018b dapat mengikuti link di bawah ini.



Ada beberapa perubahan yang cukup mendasar pada aplikasi dapodik versi 2018b ini, diantaranya adalah perubahan database database baru,  pembaharuan beberapa fitur yang sudah ada sebelumnya, dan juga penambahan fitur baru, validasi data dan perbaikan beberapa bugs pada aplikasi dapodik versi sebelumnya. Dengan adanya pembaharuan versi dapodik ini tampaknya aplikasi dapodik semakin bagus dan “keren”.  Dan yang paling penting adalah aplikasi dapodik versi 2018b ini sangat friendly user.

Release Aplikasi Dapodik Versi 2018b

Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Beberapa hari yang lalu Dirjen Dikdasmen menyatakan akan mengeluarkan aplikasi dapodik versi terbaru untuk pembaharuan data pokok pendidikan pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Dan tepat tanggal 30 Januari 2018, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI memenuhi janjinya dengan me-release aplikasi dapodik versi 2018b.

Aplikasi Dapodik versi 2018b dikeluarkan dalam bentuk installer saja dan tidak ada dalam bentuk updater. Dengan demikian operator dapodik di sekolah tidak bisa langsung menginstal aplikasi dapodik versi 2018b yang telah diunduh. Operator dapodik di sekolah harus melakukan uninstall aplikasi dapodik versi lawas terlebih dahulu sebelum menginstal aplikasi dapodik versi baru.
Baca juga : Download Installer Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Aplikasi Dapodik versi 2018b dalam bentuk installer ini mempunyai ukuran file sebesar 63.746 kb (63,7 MB). Jadi pastikan ketika mengunduh aplikasi dapodik versi 2018b mempunyai file size sebagaimana dimaksud. Secara teknis, aplikasi dapodik versi 2018b ini mempunyai mekanisme instalasi aplikasi yang sama dengan tahun sebelumnya. Termasuk juga mekanisme registrasi aplikasinya juga sama, bisa dilakukan secara online dan offline.
Baca Juga : Cara Sukses Registrasi Aplikasi Dapodik 2018b secara Online dan Offline
Tujuan dikeluarkannya aplikasi Dapodik versi 2018b ini adalah sebagai bentuk perbaikan guna mengakomodir kepentingan pendataan data pokok pendidikan pada semester 2 tahun pelajaran 201/2018. Pada aplikasi Dapodik versi 2018b ini terdapat beberapa perubahan dan perbaikan yang tampaknya cukup signifikan jika dibandingkan versi sebelumnya.

Beberapa perubahan yang cukup signifikan antara lain penggunaan database baru,  pembaharuan beberapa fitur yang sudah ada dan juga penambahan fitur baru, validasi data dan perbaikan beberapa bugs pada aplikasi dapodik versi sebelumnya.
Baca juga : Inilah Daftar Pembaharuan dan Perbaikan Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Dengan adanya aplikasi Dapodik versi terbaru ini diharapkan kualitas data dapodik dapat terus meningkat dan menyesuaikan regulasi serta kebijakan yang berlaku di lingkungan Kemendikbud RI terutama regulasi sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Keluarnya aplikasi dapodik versi 2018b ini juga akan menyelaraskan prosedur dan mekanisme pemanfaatan data pokok pendidikan untuk berbagai kepentingan stakeholder pendidikan yang terkait.

Oleh karena itu diharapkan sekolah segera mengunduh aplikasi dapodik versi 2018b dan menginstalnya sebagai pengganti aplikasi dapodik yang lama. Dengan demikian operator dapodik di sekolah dapat segera melakukan update data pokok pendidikan menggunakan aplikasi yang terbaru. Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI juga telah menyediakan buku panduan aplikasi dapodik versi 2018b yang bisa dijadikan pedoman dalam mengerjakan aplikasi dapodik versi terbaru tersebut.
Baca Juga : Download Panduan Praktis Aplikasi Dapodik Versi 2018b
Dengana dikeluarkannya aplikasi dapodik versi 2018 ini hendaknya segera disikapi dengan bijak. Kepala sekolah selaku pimpinan di sekolah bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan aplikasi dapodik yang sudah ditugaskan kepada operator dapodik di sekolah. Kepala sekolah mengontrol terhadap progress update data pokok pendidikan di semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 ini agar ke depan tidak ada kendala ketika penerbitan SKTP maupun data peserta didik untuk calon peserta ujian nasional.