Showing posts with label Solusi Permasalahan e-Rapor. Show all posts
Showing posts with label Solusi Permasalahan e-Rapor. Show all posts

Friday, December 8, 2017

Cara Mengatasi Nilai Suatu Mapel Tidak Muncul di Cetak Rapor di Aplikasi e-Rapor SMP

Pada dasarnya tujuan pemerintah dalam hal ini adalah Kemendikbud RI meluncurkan produk aplikasi penilaian berupa aplikasi e-Rapor yang bersifat nasional untuk jenjang SMP adalah untuk mempermudah penilaian oleh guru.

Namun kenyataan dilapangan masih jauh dari ekspektasi yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai permasalahan yang timbul dalam pengerjaan penilaian menggunakan aplikasi e-Rapor. Dimulai dari pemasalahan non teknis hingga yang bersifat teknis.

Salah satu permasalahan yang timbul pada pengerjaan aplikasi e-Rapor adalah nilai suatu mapel tidak muncul di cetak rapor. Tentu hal ini membuat deg-deg an bagi administrator. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa sebab yang mendasari mengapa nilai mata pelajaran tertentu tidak mau muncul di cetak rapor.

Pertama, mata pelajaran yang nilainya tidak mau muncul tersebut kemungkinan belum terpetakan pada mapping mata pelajaran. Kedua, bisa saja disebabkan karena KKM dan interval predikat mapel tersebut belum dibuat dan disimpan. Yang ketiga inilah yang bikin nyesek, entah karena belum sempat karena belum selesai atau alasan lainnya, guru mata pelajaran belum melakukan proses kirim nilai akhir. Ya jelas lah, lah wong nilai belum dikirim kok, mana bisa muncul di cetak rapor.

Untuk mengatasai permasalahan tersebut, ada baiknya membaca dengan seksama cara mengatasi nilai suatu mata pelajaran yang tidak muncul di cetak e-Rapor SMP.

  1. Pastikan bahwa mata pelajaran tersebut telah terpetakan pada “Mapping Mata Pelajaran” , Admin dapat meninjau kembali pada menu “Referensi Data Lokal>>Mapping Mapel”.
  2. Pastikan bahwa KKM dan interval predikat mata pelajaran tersebut telah di buat oleh Admin.
  3. Admin dapat meninjau kembali pada menu “Referensi Data Lokal>>Data KKM Mata Pelajaran”. Kemudian tinjau pula “Referensi Data Lokal>>Data Interval Predikat”.
  4. Pastikan guru mata pelajaran telah melakukan proses “Kirim Nilai Akhir”. Admin dapat memantau ini pada menu “Hasil Pengolahan Nilai>>Status Penilaian”.
  5. Kotak warna hijau pada kolom status “ KirimNilai”, menunjukkan guru telah mengirim nilai akhir. Jika masih berarti merah, berarti guru tersebut belum mengirimkan nilai akhir. Selanjutnya wali kelas dapat berkoordinasi dengan mata pelajaran yang bersangkutan.

Status Penilaian Oleh Guru
Harus ada hubungan dan koordinasi yang baik antara administrator, guru mata pelajaran dan wali kelas sehingga permasalahan tersebut dalam dihindari sejak awal.

Cara Mengatasi Permasalahan Nilai Tidak Terkirim ke Wali Kelas pada Aplikasi e-Rapor SMP

e-Rapor SMP Versi 2018
Sejak diluncurkannya aplikasi e-Rapor SMP versi 2018 beberapa waktu yang lalu ternyata di lapangan banyak sekali kendala teknis yang dihadapi oleh para pengguna aplikasi e-Rapor tersebut. Sebenarnya cukup dimaklumi kalau banyak permasalahan terkait e-Rapor yang terjadi di lapangan. Dengan adanya permasalahan tersebut justru tim pengembang aplikasi e-Rapor SMP menjadi tahu dan dapat memperbaiki serta menyempurnakan aplikasi tersebut.

Salah satu permasalahan yang juga dialami oleh operator sekolah dalam mengelola aplikasi e-Rapor SMP adalah ternyata nilai tidak terkirim ke wali kelas pada aplikasi e-Rapor SMP. Jika dirunut dengan seksama, permasalahan nilai tidak dikirim ini bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, kemungkinan disebabkan karena mata pelajaran belum terpetakan dengan baik pada mapping mata pelajaran. Kesalahan elementer seperti ini bisa saja terjadi pada operator sekolah manapun.

Kedua, permasalahan tersebut bisa saja disebabkan karena administrator atau operator sekolah belum membuat KKM dan interval predikat mata pelajaran. Sehingga hal tersebut berdampak pada nilai yang tidak bisa dikirim ke wali kelas.

Ketiga, kemungkinan disebabkan karena administrator lupa menyimpan pembobotan rencana penilaian PH (Penilaian Harian, PTS (Penilaian Tengah Semester) dan PAS (Penilaian Akhir Semester). Sehingga sistem tidak bisa membaca nilai yang akan dikirim ke wali kelas.

Terakhir, hal yang menyebabkan nilai tidak terkirim ke wali kelas karena adanya notifikasi teks berwarna merah pada proses deskripsi nilai. Sebagaimana diketahui bahwa deskripsi nilai pada aplikasi e-Rapor dibatasi hingga 200 karakter. Jika lebih dari 200 karakter maka kelebihan teks tersebut akan berwarna merah. Hal ini menyebabkan sistem tidak mau mengirim nilai.

Nah untuk mengatasi nilai yang tidak terkirim ke wali kelas pada aplikasi e-Rapor SMP tersebut, ada beberapa cara yang bisa digunakan seperti berikut ini.

  1. Memastikan bahwa mata pelajaran tersebut telah terpetakan pada “Mapping Mata Pelajaran” , Admin dapat meninjau kembali pada menu “Referensi Data Lokal>>Mapping Mapel”.
  2. Memastikan bahwa KKM dan interval predikat mata pelajaran tersebut telah di buat oleh Admin.
  3. Admin dapat meninjau kembali pada menu “Referensi Data Lokal>>Data KKM Mata Pelajaran”. Kemudian tinjau pula “Referensi Data Lokal>>Data Interval Predikat”
  4. Pada guru mata pelajaran, pastikan bahwa pembobotan pada rencana penilaian PH,PTS dan PAS telah disimpan. 
  5. Pada guru mata pelajaran, pastikan bahwa pada “Proses Deskripsi” tidak ada teks yang berwarna merah. Jika ditemukan teks deskripsi berwarna merah, ini berarti deskripsi melampaui batas maksimum 200 karakter.
  6. Selanjutnya edit Deskripsi tersebut hingga kurang dari 200 karakter.
  7. Klik tombol “Simpan” kemudian pilih menu “Kirim Nilai Akhir”

Bagaiman, cukup jelas kan? Jika masih belum terselesaikan kemungkinan ada masalah pada aplikasi dapodik atau e-Rapornya karena proses instalasi yang tidak sempurna.

Sunday, November 19, 2017

Tanya Jawab Seputar Permasalahan Aplikasi e-Rapor SMP

Aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018
Aplikasi e-Rapor SMP adalah aplikasi penilaian baru yang berbasis web dan terintegrasi dengan dapodik. Sebagai aplikasi baru tentu masih banyak hal-hal yang belum dipahami oleh operator selaku pengguna utama dari aplikasi e-Rapor tersebut. Tentu saja banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan permasalahan penggunaan aplikasi e-Rapor SMP tersebut. berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang disertai dengan solusi dan jawaban yang sering muncul di kalangan pengguna aplikasi e-Rapor

Bagaimana Setting Cetak (Printout) E-Rapor?
Default cetak e-Rapor adalah A4. Masih dimungkinkan untuk disetting dengan ukuran letter, pada setting printernya.

Bagaimana Cara Memberi Watermark Pada Printout E-Rapor?
e-Rapor tidak menyediakan fasilitas untuk memberi watermark misal logo sekolah dsb. Hal ini dapat disisasati dengan menggunakan kertas khusus yang telah tercetak watermark sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Apakah Memungkinkan Menambahkan Data Guru Pada E-Rapor
Tidak, Semua data referensi pokok harus mengacu pada Dapodik, jika terjadi perubahan data missal guru,siswa,pembelajaran dsb maka perubahan harus dilakukan pada Dapodik, kemudian e-Rapor mengambil data tersebut melalui menu “Ambil Data Dapodik”

Bagaimana Dengan Nilai Siswa Mutasi Pada Pergantian Semester
Untuk nilai semester berjalan dapat dilakukan sebagaimana prosedur penilaian, sepanjang data siswa telah masuk Dapodik dan diambil oleh oleh e-Rapor Untuk semester sebelumnya, nilai siswa otomatis tidak dapat masuk e-Rapor. Sehingga untuk analisis kenaikan kelas dilakukan secara manual. (ini adalah pengecualian)

Bagaimana Solusi Penugasan Guru Yang Belum Dapat Terdaftar Pada Dapodik Agar Dapat Akses Input Nilai Ke E-Rapor?
Belum ada solusi pasti, logikanya nilai tersebut menjadi tanggung jawab sekolah sebelumnya. Masalahnya Dapodik juga belum mengakomodir konversi nilai tersebut ke database siswa.

Dapatkah Import Nilai (Uh,Pts,Pas) Dilakukan Dengan Menggunakan Format Yang Form Nilai Yang Telah Dibuat Oleh Sekolah ?
Tidak. Format impor nilai hanya bisa dilakukan melalui format yang telah disediakan oleh e-Rapor dan ini dapat digunakan setelah guru melakukan rencana penilaian (UH,PTS dan PAS) lengkap dengan pembobotannya. Karena setiap perencenaan dan teknik penilaian akan memiliki id unik yang berbeda untuk setiap perencenaan dan mata pelajaran. Solusinya adalah lengkapi perencanaan penilaian, kemudian download form import penilaian tersebut. Form ini dapat sekaligus menjadi buku nilai bagi guru yang bersngkutan. Tetapi perlu diperhatikan, guru hanya boleh mengisi pada kolom nilai, tanpa mengubah id yang secara otomatis disediakan oleh e-Rapor

Bagaimana Solusi Penugasan Guru Yang Belum Dapat Terdaftar Pada Dapodik Agar Dapat Akses Input Nilai Ke E-Rapor?
Pada Dapodik, titipkan tugasnya pada salah satu guru yang telah terdaftar. Isikan pada JJM nya 0 (nol) agar tidak mempengaruhi JJM guru yang bersangkutan. e-Rapor melakukan sinkron ulang ke Dapodik.
Tambahkan user dengan username baru pada guru yang diditipi penugasannya untuk memberi akses guru yang bersangkutan.

Bagaimana Menambahkan Guru Agama (Minor) Di Mana Sekolah Tidak Memiliki Guru Agama Tersebut.
Pada Dapodik, titipkan tugasnya pada salah satu guru yang telah terdaftar. Isikan pada JJM nya 0 (nol) agar tidak mempengaruhi JJM guru yang bersangkutan. e-Rapor melakukan sinkron ulang ke Dapodik. Tambahkan user dengan username baru pada guru yang dititipi penugasannya untuk memberi akses guru yang bersangkutan. Pada e-Rapor siswa secara otomatis akan terpetakan untuk mapel agama sesuai dengan agama yang dianutnya.

Pada E-Rapor Data Siswa Dan Guru Pembina Ekstra Kurikuler Tidak (Kosong)
Pada Dapodik,lengkapi data ekskul meliputi nama rombel ekskul, pembina, anggota rombel. Lengkapi pula data data jenis ekskul, surat tugas, jjm ekskul pada tab Sekolah pada Dapodik. Lakukan ulang sinkron e-Rapor ke Dapodik.

Pada Format Impor Nilai Data Siswa Dan KD Kosong
Pastikan pemetaan mapel dan KKM mapel telah lengkap (pada Admin). Pastikan guru mapel telah melakukan perencanaan penilaian sebelum input nilai

Pada Format Impor UTS Dan PAS Data Siswa Kosong
Pastikan guru mapel talah melakukan perencanaan dan pembobotan pada UTS dan PAS

Tidak Semua Nilai Siswa Terkirim Ke Wali Kelas
Pastikan pada deskripsi kompetensi tidak ada teks yang berwarna merah. Jika ada lakukan editing dengan memperhitungkan maksimal 200 karakter. Lakukan pengiriman ulang nilai akhir oleh guru mapel yang bersangkutan

Nama Mapel Pada Leger Kosong
Pastikan admin telah melakukan penyingkatan nama mapel pada bagian admin>>Data Referensi Dapodik>>Data Mapel

Deskripsi Sikap Pada Cetak Rapor Kosong
Pastikan wali kelas telah melakukan proses deskripsi dengan menyimpannya.

Jika masih ada jawaban yang belum memuaskan, silahkan hubungi kontak informasi Direktorat Pembinaan SMP di bawah ini.

Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdasmen
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Gedung E Lantai 16,
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan,
Jakarta 10270
(021) 572 5648
penilaian.psmp@kemdikbud.go.id

Cara Mengatasi Kelas atau Mata Pelajaran Tidak Muncul Saat Input Nilai di Aplikasi e-Rapor

Aplikasi e-Rapor SMP
Aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 merupakan aplikasi baru bagi para operator sekolah. Biasanya aplikasi baru menimbulkan berbagai permasalahan atau trouble shoot bagi para penggunanya. Cukup wajar jika memang terjadi permasalahan selama menggunakan aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 karena kurangnya sosialisasi ataupun karena panduan aplikasi tidak dibaca dengan tuntas.

Permasalahan yang muncul bisa saja bersifat teknis dan non teknis, baik terkait aplikasi e-Rapor itu sendiri yang masih banyak ditemukan bug-bug sehingga perlu penyempurnaan ataupun terkait dengan tata cara penggunaan aplikasi yang masih belum dipahami secara maksimal oleh operator selaku penggunanya. Oleh karenanya jika permasalahan muncul selama penggunaan aplikasi e-Rapor harus diteliti terlebih dahulu akar permasalahannya.

Salah satu trouble shoot atau permasalahan yang kadang muncul pada aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 adalah kelas atau mata pelajaran tidak muncul ketika akan menginput nilai. Permasalahan seperti ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu perangkat laptop gagal memuat tampilan karena berat atau bisa juga disebabkan karena kesalahan dalam entri aplikasi dapodiknya. Bisa saja guru atau mata pelajaran tersebut belum tercantum dalam pembelajaran pada rombel di dapodik dimana guru tersebut mengajar.
Baca : Tanya Jawab Seputar Permasalahan Aplikasi e-Rapor SMP
Jika terjadi permasalahan tersebut, tidak perlu merasa khawatir. Trouble shoot tersebut masih pada tahap simple trouble shoot yang cukup mudah untuk diatasi. Cara mengatasi kelas atau mata pelajaran yang tidak muncul ketika input nilai adalah
  1. Refresh dan reload tampilan aplikasi e-Rapor. Jika ternyata kelas dan mata pelajaran masih belum muncul, lanjutkan ke langkah yang kedua. 
  2. Buka aplikasi dapodik lalu buka menu rombongan belajar. Pastikan pada dapodik, bahwa guru atau mata pelajaran yang bersangkutan telah tercantum pada pembelajaran di rombel rombel tersebut. 
  3. Sinkronkan e-Rapor ke Dapodik, dengan menggunakan menu “Ambil Data Dapodik” pada bagian “Pembelajaran”.
Bagaimana, cukup sederhana kan solusinya. Permasalahan yang cukup mendasar tersebut kiranya dapat dikurangi dengan membaca buku panduan aplikasi e-Rapor yang sudah disediakan oleh Kemendikbud.

Cara Mengatasi Permasalahan Data Guru Tidak Terambil Ke aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018

Aplikasi e-Rapor SMP
Sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya bahwa Aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan dapodik. Sama halnya dengan aplikasi PMP, Instalasi aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 juga memerlukan perlakuan khusus. Aplikasi e-Rapor juga memanfaatkan database pada aplikasi dapodik.

Aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 harus diinstal pada perangkat laptop atau komputer yang sudah terinstal aplikasi Dapodik. Meskipun aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 tersebut sukses diinstal di laptop, naum jika tidak terinstal aplikasi dapodik pada perangkat tersebut, maka aplikasi e-Rapor tidak bisa digunakan.

Namun terkadang akan dijumpai jumlah data guru pada aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018 tidak sesuai dengan data yang ada di Dapodik, artinya ada guru yang terdaftar di dapodik tetapi tidak terambil ke aplikasi e-Rapor.

Permasalahan seperti ini karena disebabkan oleh beberapa hal yang simple yang terkadang tidak disadari oleh operator yaitu kesalahan entri pada jenis guru yang seharusnya guru mata pelajaran tetapi ditulis guru kelas. Akibat kesalahan entri penulisan jenis guru adalah data guru tidak terambil ke aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018.
Baca : Tanya Jawab Seputar Permasalahan Aplikasi e-Rapor SMP
Jika terjadi permasalahan tersebut, rekan-rekan tidak perlu khawatir. Untuk mengatasi permasalahan data guru tidak terambil ke aplikasi e-Rapor, solusinya cukup mudah dan simple. Langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Buka aplikasi dapodik dan pastikan pada data guru tersebut pada Dapodik jenis gurunya adalah guru mata pelajaran bukan guru kelas.
  2. Sinkronkan data e-Rapor ke Dapodik melalui menu “Ambil Data Dapodik” pada bagian “Data Guru”.
Bagaimana, cukum simpel kan. Itulah permasalahan yang terkadang muncul dalam aplikasi e-Rapor SMP Versi 2018. Pada intinya, asalkan entri data di dapodik sudah benar dan sesuai SOP aplikasi Dapodik, maka permasalahan atau trouble shooting di aplikasi e-Rapor bisa dihindari.